Wilayah Diminta Maksimalkan Penggunaan Telesehat semasa Covid-19

Wilayah Diminta Maksimalkan Penggunaan Telesehat semasa Covid-19

Wilayah Diminta Maksimalkan Penggunaan Telesehat semasa Covid-19

KEMENTERIAN Kesehatan mengimbau agar dinas kesehatan di daerah menggunakan layanan telesehat (telemedicine) dalam memberikan edukasi maupun layanan covid-19 kepada masyarakat.

“Penggunaan layanan ini selain akan mempermudah pelayanan, selalu akan mempercepat proses pemberikan kegiatan kepada masyarakat yang membutuhkan servis secara cepat, ” ujar Pekerja Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan Mariya Mubarika dalam keterangannya, Minggu (8/11).

Selain itu, imbuhnya, pemanfaatan layanan Telesehat juga akan menghindari masalah mair dengan tingkat keparahan yang berat.

Untuk tenaga kesehatan, sambung Mariya, servis telesehat bermanfaat dalam melakukan triase dengan lebih mudah dan lekas. Sedangkan untuk masyarakat tidak perlu repot datang ke fasilitas servis kesehatan untuk melakukan konsultasi.

“Hal itu sejalan dengan pesan pemerintah untuk membatasi aktifitas di luar vila, ” cetusnya.

Seruan optimalisasi layanan telesehat itu juga disampaikan Mariya zaman mengunjungi Provinsi Kalimantan Selatan dan beraudiensi dengan unsur kesehatan pada sana.

Ia mengingatkan, pandemi covid-19 bisa dihentikan dengan perubahan perilaku dengan dilakukan oleh seluruh lapisan umum. Pemerintah daerah bisa membuat sistem daerah untuk menegaskan pelaksanaan protokol kesehatan sebagai jalan untuk memajukan kepatuhan di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Muslim mengucapkan terus meningkatkan kapasitas dan kemajuan pemeriksaan spesimen di sana.

“Saat ini sudah bisa melakukan testing COVID-19 dengan hasilnya bisa diketahui kurang dari 24 jam. Hal itu tentu akan mempercepat pelayanan pasien terkonfirmasi dan pelacakan kontak erat, ” ujar Muslim.

Selain itu pihaknya juga menyediakan tempat karantina dengan massif. Saat ini kapasitas karantina yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 1. 080 tempat tidur dengan tingkat keterisian sebanyak 25, 7% atau sebanyak 278 ranjang.

Muslim juga mengatakan bahwa jajarannya rutin melakukan monitoring dan evaluasi bergandengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan pihak terkait dalam rangka menyamakan interpretasi terkait penanganan covid-19 di Kalimantan Selatan. (H-2)