Terkumpul Rp600 Juta kurang Rp150 Ribu dari Denda Pelanggar PSBB

Terkumpul Rp600 Juta kurang Rp150 Ribu dari Denda Pelanggar PSBB

Terkumpul Rp600 Juta kurang Rp150 Ribu dari Denda Pelanggar PSBB

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta telah mengumpulkan hingga Rp 600 juta dari sanksi denda selama masa pembatasan sosial berskala gembung (PSBB) di Ibu Kota. Penerapan sanksi berlaku sejak 30 April 2020.

“Kalau bicara denda, denda tersebut sudah mencapai Rp599. 850. 000. Perlu diingat kita bukan mengejar denda, ” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin saat dihubungi, hari ini.

Arifin menuturkan hasil dam tersebut didapat dari penerapan sanksi sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Cetakan 41 tahun 2020. Sanksi dikasih kepada warga yang tidak mengindahkan aturan PSBB.

Aturan yang dimaksud bagaikan warga tidak memakai masker, warga tetap berkerumun hingga tempat cara masih beroperasi walau tak merembes 11 sektor diizinkan. Dari sebanyak larangan itu, ada empat jenis tindakan yang diberikan.

“Sanksi teguran tercatat, sanksi denda, sanksi sosial serta penyegelan. Semua sesuai Pergub Bagian 41, ” kata Arifin.

Dia merinci sebanyak 9. 323 orang diberi sanksi teguran tertulis dan satu. 138 orang dikenakan denda. Lalu 14. 783 diberi sanksi kegiatan sosial serta 453 tempat jalan disegel.

“Kalau berdasarkan kategori pelanggarnya, tempat usaha ada 3. 748 tempat, pabrik ada 17, kantor 32 dan perorangan ada 10. 986, ” ujar Arifin.

Arifin menekankan seluruh sanksi tersebut hanya untuk memberi efek jera terhadap masyarakat. Tempat mengimbau agar warga DKI tentu taat terhadap aturan PSBB demi memutus rantai penyebaran covid-19. (OL-4)