Startup (juga) Terkena Imbas Korona

Startup (juga) Terkena Imbas Korona

Startup (juga) Terkena Imbas Korona

BADAI pemutusan hubungan kegiatan (PHK) akibat pandemi covid-19 tampaknya semakin menyentuh perusahaan rintisan (startup). Tercatat sejak covid-19 mulai menjalar pada Maret hingga Jumat (26/6), 515 startup di seluruh negeri Startup (juga) Terkena Imbas Korona telah melakukan PHK terhadap karyawan mereka. Sejumlah 68. 812 karyawan pun terkena dampak. Pemutusan ikatan kerja ini tak hanya dilakukan perusahaan rintisan yang bervaluasi mungil, startup yang berstatus unicorn serta Ponies Nilai valuasi menembus US$10 juta.

Klasifikasi Startup Cockroach Centaurs Unicorn Decacorn Hectocorn Nilai valuasi kecil, tapi tahan banting. Nilai valuasi menembus US$100 juta. Nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Biji valuasi lebih dari US$10 miliar. Nilai valuasi lebih dari US$100 miliar. decacorn juga terpaksa melakukannya karena tak kuat menahan pikulan. Uber Technologies, misalnya. Decacorn asal ‘Negeri Paman Sam’ ini makin melakukan PHK terhadap 6. 700 karyawan dalam dua pekan di Mei lalu. Sebelumnya, unicorn asal India yang bergerak di bagian perhotelan lebih dulu mem-PHK 5. 000 karyawan mereka untuk menekan pengeluaran.

Di level Asia Tenggara, PHK dilakukan decacorn asal Singapura, Grab. Startup yang bergerak di dunia layanan transportasi daring ini mem-PHK 360 karyawan pada pertengahan Juni 2020. Keputusan itu dilakukan jadi langkah navigasi bisnis dalam menghadapi pandemi.

Decacorn pertama asal Indonesia, Go-Jek, juga melakukan langkah serupa. Go-Jek dikabarkan melakukan PHK terhadap 430 karyawan dari divisi yang terkait dengan Go Life dan Go Food Festival.

Selain itu, startup dengan bergerak di bidang travel juga goyah. Sebut saja Traveloka (Indonesia) yang mem-PHK 100 karyawan dan Agoda (Singapura) 1. 500 pegawai. Bahkan, Airy Rooms (Indonesia) kudu gulung tikar karena tak dapat bertahan dari badai krisis.