Sehat dan Hemat dengan Kampanye Daring

Sehat dan Hemat dengan Kampanye Daring

Sehat dan Hemat dengan Kampanye Daring

KOMISI Pemilihan Ijmal dan Badan Pengawas Pemilu memerosokkan para kandidat yang terlibat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 agar menghabiskan sisa waktu gerakan dengan memaksimalkan kampanye secara virtual karena hal tersebut dapat meminimalkan risiko meluasnya penularan covid-19. Persuasi secara virtual juga dapat menekan biaya politik yang dikeluarkan bagian calon kepala daerah.

Kampanye dalam jaringan (daring) wajib dilakukan sebab transmisi covid-19 akan sulit ditekan semasa kampanye dilakukan secara tatap membuang yang melibatkan kerumunan orang penuh, misalnya melalui orasi di panggung yang ditambah dengan konser irama. Menurut catatan sejumlah kepala kawasan, masih ada masyarakat yang tenggat kini tidak percaya adanya transmisi dan penyebaran virus korona. Peristiwa itulah yang sangat mengkhawatirkan. Kalau warga yang terkena oleh covid-19 orang tanpa gejala, penularan biar akan masif.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengungkapkan kampanye daring tidak diminati para pasangan calon (paslon) yang bertarung pada Pilkada 2020. Hal itu diketahui bersandarkan hasil pengamatan dan pengawasan Bawaslu selama 40 hari pelaksanaan kampanye yang sudah berjalan. Abhan menjelaskan kendala utama dalam pelaksanaan manuver daring ialah susah sinyal internet di berbagai daerah yang melaksanakan pilkada. Sebagai contoh, dia menyuarakan Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), yang masyarakatnya lebih penuh tidak punya jaringan internet.

Dia menyebut di wilayah-wilayah seperti Kepulauan Riau dan Natuna mengalami hal sesuai. Demikian juga wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, NTT, dan Papua masih sangat sulit mendapatkan akses internet. Menurutnya, akses internet dengan susah diperparah citra yang ada dalam masyarakat bahwa kampanye tersebut sesuatu yang ramai dan berkumpul. Jika tidak ada pengerahan massa dalam jumlah banyak dan tak ramai, itu dianggap bukan suatu kampanye.

Puncak akhir kampanye pilkada akan tiba pada 9 Desember 2020. Masyarakat diminta datang ke tempat pemungutan suara (TPS) menggunakan hak pilih mereka untuk menentukan besar daerah mereka. Sejumlah aturan serta ketentuan sudah banyak disosialisasikan petugas terkait dengan protokol kesehatan zaman di TPS. Petugas diminta buat tegas mengingatkan warga yang sedia wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan pencoblosan agar TPS tidak menjadi klaster baru covid-19 dan pilkada serentak pun berakhir dengan aman.