Seacation, bagi yang Ingin Liburan secara Kapal Pesiar

Seacation, bagi yang Ingin Liburan secara Kapal Pesiar

Seacation, bagi yang Ingin Liburan secara Kapal Pesiar

Ratusan warga Singapura yang sudah mau bepergian ke luar rumah mampu melepas penat dengan menaiki pesawat pesiar yang tidak pergi ke mana-mana, Jumat (7/11), sebuah jalan langka berlayar setelah pandemi virus korona membuat industri kapal berpelesir terpuruk.

Sebelum mengikuti singkat “seacation” dengan singkat di kapal World Dream, semua penumpang harus melewati ulangan usap untuk bisa naik ke kapal yang kapasitasnya dibatasi setengahnya.

Ang Sen Hock (73) mengatakan tempat tidak takut terinfeksi virus corona dan telah memesan beberapa perjalanan lagi dalam waktu dekat.

“Tidak kacau. Sebab awal tahun ini aku juga naik kapal pesiar tersebut, dan kebetulan, ada dua orang yang diduga terinfeksi, ” kata pendahuluan Ang. “Tapi kami tetap menuju dan ada penanganan untuk itu, ” kata dia seperti dikutip dari Reuters.

Industri kapal pesiar dengan global betul-betul terdampak pandemi virus korona, di mana beberapa kejadian awal ditemukan di kapal berpelesir.

Pelayaran istimewa ini hanya terbuka buat warga Singapura. Mereka bisa berlayar beberapa hari di atas bahar.

Sebelumnya, ada juga penerbangan tak ke mana-mana yang diprakarsai maskapai dalam Asia, di mana penumpang terlepas landas dan mendarat di bandara yang sama.

Sebanyak 1. 400 penumpang kapal pesiar diwajibkan memakai set elektronik pelacakan kontak dan kudu menjaga jarak sepanjang waktu.

Tidak tersedia lagi prasmanan dan Dream Cruises, menambah fasilitas medis, termasuk bagian pemeriksaan dan isolasi.

“Gagasan untuk keluar dari Singapura, walaupun tidak jauh, beberapa hari, sangat menarik, ” kata salah satu penumpang, Robert Gaxiola.

Presiden Dream Cruises, Michael Goh, mengatakan para kru akan merespons secara tegas tanda-tanda infeksi.

“Penumpang mau diharuskan kembali ke kabin serta pembersihan serta sanitasi akan dikerjakan di kapal, ” kata dia. “Dalam kurang dari enam jam, kami akan kembali ke Singapura. ” (OL-12)