Provokasi AS masih belum Jelas Rupiah Melemah

Provokasi AS masih belum Jelas Rupiah Melemah

Provokasi AS masih belum Jelas Rupiah Melemah

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (22/10) sore ditutup melemah. Ini seiring paket stimulus lanjutan di Amerika Serikat yang belum disepakati.

Rupiah ditutup melemah 27 poin atau 0, 19 persen menjadi 14. 660 per dolar AS dari sebelumnya 14. 633 per dolar GANDAR. Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra pada Jakarta, Kamis, mengatakan, selain rupiah, penguatan dolar juga terlihat di mata uang regional lain.

“Penguatan rupiah tertahan karena masih belum menentunya pembicaraan kesepakatan stimulus fiskal GANDAR sehingga dolar menjadi menguat, ” ujar Ariston. Hingga saat tersebut, masih belum ada kesepakatan terpaut paket stimulus lanjutan di Jati Paman Sam.

Pasar berekspektasi paket provokasi AS dapat disepakati sebelum pemilihan presiden AS pada 3 November 2020. “Nanti malam pembicaraan masih berlanjut. Kalau belum ada perkembangan juga, bisa menekan kembali rupiah, ” kata Ariston.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di gaya 14. 618 per dolar GANDAR. Sepanjang hari, rupiah bergerak pada kisaran 14. 618 per dolar AS hingga 14. 682 bola lampu dolar AS. Kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan rupiah melemah menjadi 14. 697 mulai dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi 14. 658 mulai dolar AS. (Ant/OL-14)