PM Inggris Isolasi Mandiri

PM Inggris Isolasi Mandiri

PM Inggris Isolasi Mandiri

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson telah melakukan isolasi mandiri setelah diberi tahu bahwa dia melangsungkan kontak dengan  seseorang yang dites positif covid-19.

“Dia akan terus menyala dari Downing Street, termasuk menyelenggarakan tanggapan pemerintah terhadap pandemi virus korona, ” menurut sebuah penjelasan dari kantornya, kemarin.

Pernyataan tersebut mengucapkan bahwa Johnson dalam kondisi bagus dan tidak memiliki gejala covid-19.

Di dalam Kamis (12/11), Johnson bertemu dengan sekelompok kecil anggota parlemen selama sekitar setengah jam, termasuk karakter yang kemudian mengalami gejala virus korona dan dinyatakan positif.

Lalu di Minggu (15/11), dia diberi terang sistem tes dan Jejak Layanan Kesehatan Nasional dan dikatakan bahwa dia harus  melakukan isolasi sendiri karena sejumlah faktor, termasuk lamanya pertemuan.

Para pejabat mengatakan mereka akan membahas dengan otoritas parlemen dengan jalan apa Johnson dapat mengambil bagian lantaran jarak jauh dalam urusan Dewan perwakilan rakyat.

“Dia berencana untuk terus berbicara secara para pejabat selama masa isolasi mandirinya, ” kata mereka.

Namun, pemberitahuan itu tidak mengatakan berapa lama Johnson berencana akan melakukan isolasi mandiri tersebut, tetapi pedoman otoritas kesehatan Inggris menyebutkan bahwa sapa pun yang dihubungi sistem Tes dan Jejak Layanan Kesehatan Nasional harus dikarantina selama 14 keadaan.

Di bulan April, Johnson juga pernah dirawat di rumah sakit di perawatan intensif setelah tertular virus korona.

Kasus melonjak

Jumlah kasus virus korona di Amerika Serikat telah melampaui 11 juta kasus pada Minggu, bertambh satu juta kasus baru dalam waktu  kurang dari seminggu. AS sendiri telah melewati ambang batas 10 juta kasus pada Senin (9/11).

Patuh data Johns Hopkins University, kemajuan jumlah kasus terjadi ketika kota-kota dan negara bagian di seluruh Amerika Serikat menerapkan pembatasan gres untuk menghentikan penyebaran virus, dengan aturan tinggal di rumah mau diberlakukan di Chicago.

Kemarin, data Johns Hopkins University menunjukkan bahwa bahara kasus AS yang dikonfi rmasi sebanyak 11. 025. 046 serta ada
246. 108 maut.

AS telah menyaksikan lonjakan kasus virus korona yang mengkhawatirkan sejak awal November. Lonjakan tersebut memaksa penguasa lokal dan negara bagian buat mengambil langkah yang lebih tajam demi mengurangi penyebaran penyakit. Sementara banyak rumah sakit sudah menunjukkan bahwa mereka kehabisan  sumber daya.

Terbelah, penasihat ilmiah Joe Biden bakal bertemu dengan pembuat vaksin di dalam beberapa hari mendatang. Transisi kepresidenan sendiri masih terhenti karena perlawanan Presiden AS Donald  Trump untuk mengakui kekalahan dalam pemilu.

“Penyerahan yang tertunda ke pemerintahan berikutnya itu menjadi masalah. Tentu akan bertambah baik jika kita bisa berangkat bekerja dengan mereka, ” sebutan Kepala Institut Nasional Alergi serta Penyakit Menular Anthony Fauci, dengan telah melalui banyak transisi kepala selama 36 tahun mengabdi dalam pemerintahan.

Hubungan presiden terpilih ke pembuat vaksin dilakukan ketika pandemi virus korona di Amerika Serikat sudah memasuki fase yang mungkin paling berbahaya. (AFP/X-11)