Perut Hari Kasus BaruCovid-19 Catat Rekor, Ini Kata Epidemiolog

Perut Hari Kasus BaruCovid-19 Catat Rekor, Ini Kata Epidemiolog

Perut Hari Kasus BaruCovid-19 Catat Rekor, Ini Kata Epidemiolog

DALAM 2 hari terakhir, penambahan kasus Covid-19 mencatatkan rekor. Hari ini (Kamis, 9/7) sebanyak 2. 657 kasus baru dikonfirmasi oleh pemerintah.

Menanggapi hal itu, Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 Tri Yunis Miko mengatakan, penambahan kasus tentu Covid-19 hari ini memang karena pemeriksaan spesimen tinggi. Apalagi pengumpulan data kasus tersebut diambil lantaran hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 23. 832 pada hari sebelumnya, Rabu (8/7) dan total konglomerasi yang telah diuji menjadi 992. 069.

“Itu karena pemeriksaan spesimennya benar banyak tetapi angka positivity rate Covid-19 di Jakarta rata-rata masih 4, 6% jadi artinya walau ada 284 kasus tetapi tidak nambah banyak karena positivity rate di bawah 5%, ” kata pendahuluan Tri kepada Media Indonesia, Kamis (9/7).

Namun ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia itu menambahkan ada kira-kira provinsi yang angka positivity rate masih tinggi, dimana kasusnya merayap karena populasi warganya cukup agung.

Baca juga:   Menggambarkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Ini Kata Gubernur Emil

“Selain Jakarta, kasusnya banyak karena penduduknya banyak dan Jawa Barat positivity rate sedang tinggi jadi populasi juga agung jadi ketika diperbanyak (uji spesimen) keliatan, karena di populasi banyak, ” terangnya.

Tri menjelaskan upaya yang harus segera dilakukan pemda setempat dalam penanganan kasus Covid-19 tentunya berbeda intervensi di setiap wilayah.

“Jawa Tengah misalnya keliatan banyak sekali, kemungkinan ada kluster yang bertemu yang cukup besar jumlah kasus barunya, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan juga ketemunya cukup penuh, ” paparnya.

Dia menegaskan, otoritas setempat harus mengetahui perkembangan kasus di kabupaten kota sehingga bisa melaksanakan intervensi dalam setiap penanganan penyaluran Covid-19. (OL-7)