Persiapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Persiapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Persiapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

DINAS Pendidikan Sulsel akan memulai belajar tatap muka dengan skenario per tiga jam. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang sudah mengeluarkan surat perpanjangan belajar dibanding rumah sejak 10-22 Agustus 2020 berpandangan daerah yang akan mengambil sekolah dengan pembelajaran tatap muka menjadi kewenang­an kepala daerah per.

“Yang penting bagi kita, Pak Bupati atau Wali Kota membuat uraian mendalam sebelum buka sekolah, ” kata Nurdin.

Namun, Ketua Tim Konsultan Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin mengingatkan, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, baru 2 yang masuk zona hijau, yaitu Kabupaten Barru dan Wajo.

“Artinya, masih ada 22 kabupaten/kota lainnya menyelundup zona kuning hingga merah. Yang merah atau berisiko tinggi, masih ada enam, yaitu Luwu Timur, Sidrap, Makassar, Gowa, Takalar, dan Jeneponto, ” paparnya, kemarin.

Sejumlah kawasan lain juga tengah mengaji untuk mulai menggelar kegiatan belajar mengarahkan (KBM) tatap muka. Daerah tersebut, antara lain, Pemkab Banyumas, Jateng, Pemkab Sikka, Nusa tenggara Timur, dan Kota Tasikmalaya, Jabar.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Maluku Utara Alwia tidak setuju secara rencana pemda mengaktifkan sekolah tatap muka. Pasalnya, sejak Maret-Agustus terdapat 96 anak usia 6-17 tahun terpapar covid-19 di Malut.

Ia menaikkan tetap sekolah dari rumah dengan daring walaupun banyak orang primitif mengeluhkan biaya pulsa atau anak tidak fokus belajar.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menunjuk memfasilitasi internet gratis di sebesar area publik. Pemasangan wifi buat memudahkan siswa dan masyarakat mengakses internet sesuai dengan kebutuhan. (LN/LD/AD/GL/HI/WD/N-1)