Permintaan Pangan di Jakarta Terbang 15% Tiap Ramadan

permintaan-pangan-di-jakarta-naik-15-tiap-ramadan-1

Permintaan Pangan di Jakarta Terbang 15% Tiap Ramadan

NEGERI Provinsi DKI Jakarta mendokumentasikan, terjadi kenaikan permintaan pangan setiap Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan permintaan pangan itu menyentuh 15% yang diikuti oleh kenaikan harga pangan.

“Dari data series kita tersedia sekitar 10 sampai 15% itu permintaannya. Bagaimana dengan harganya? harganya pun mendaftarkan. Kenaikannya di antara 3 sampai 5%, itu ialah hal-hal yang masih kita lazimkan. Karena memang tetap pedagang akan bilang setahun sekali, ” ujar Pemangku Tugas (Plt) Kepala Biro KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati, Jumat (26/3).

Elly, sampan karibnya, memaparkan simpanan Beras pada kondisi biasa mencapai 103. 396 ton. Sedangkan saat hari besar keagamaan, stok beras mencapai 103. 606 ton atau naik kenaikan 0, 20%.

Sedangkan stok daging lembu di hari normal 5. 509 dan pada keadaan besar keagamaan nasional (HKBN) mencapai 5. 805, kenaikan 5, 37%. Lalu stok komoditas daging Ayam dalam kondisi normal 23. 701, dan hari besar keagamaan nasional (HKBN) 24. 254, ada kenaikan 2, 33%.

“Telur ayam, pada keadaan biasa atau normal menyentuh 19. 962, hari luhur keagamaan nasional HKBN 21. 379, kenaikan 7, 10%, ” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, ketersediaan cabe rawit hari biasa mencapai 2. 506 dan hari tumbuh keagamaan nasional HKBN dua. 580 atau kenaikan dua, 95%. Untuk cabe gembung hari biasa mencapai 3. 500, sedangkan pada hari besar keagamaan nasional HKBN 3. 578, kenaikan dua, 23%. Sementara, bawang merah pada hari biasa menyentuh 7. 124, pada hari besar keagamaan nasional HKBN 7. 314, kenaikan dua, 74%.

“Bawang putih dalam hari biasa 1. 726, HKBN 1. 787, keadaan besar keagamaan nasional kemajuan 3, 53%, Gula pasir pada hari biasa enam. 286, hari besar keyakinan nasional HKBN 6. 421, kenaikan 2, 44%. Patra goreng hari biasa lazim 16. 562, sedangkan di dalam hari besar keagamaan nasional HKBN 16. 948, kemajuan 2, 33%, ” kata Suharini.

Direktur Utama PD Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman memastikan stok warga sapi dan ayam buat kebutuhan DKI Jakarta tercukupi dengan baik. Pihaknya mengiakan telah mengumpulkan asosiasi penyalur di beberapa pelosok nusantara.

“Insya allah persediaan daging sapi dan juga mandung itu cukup ya. Tenteram. Karena ada beberapa faktor yang sudah kami memori. Kita sudah mengumpulkan federasi baik itu asosiasi pedagang daging maupun juga ayam. Daging sapi kami yang ada di gudang tersebut ada sekitar, 800 ton daging ayam 400 ton dan sapi hidup kira-kira 200 ekor, ” jelasnya.

Menurutnya, pasokan daging lembu ini didatangkan dari Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Pusat dan beberapa daerah yang lain. Bahkan, pihaknya mendapat keturunan impor dari Australia, jadi kebutuhan daging untuk awak Jakarta tercukupi.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo mengutarakan, pihaknya memiliki early warning sistem atau indikasi depan kebutuhan stok beras. Dia memastikan, harga beras serta pangan lainnya masih nisbi stabil.

“Nah saat tersebut, harganya Rp 10. 200 untuk yang premium, kemudian medium Rp 8. 600. Di dash board paling bawah menggambarkan bahwasanya segenap barang yang masuk ke dalam food station 60% didistribusikan di DKI sisanya dikirim ke Jabotabek yang lain, ” katanya.

Menurut Wiraryo, peranan pasar induk cipinang terhadap perberasan di DKI sangat penting sekali. Tempat mengungkapkan, indikasi stok di bulan Maret meningkat 4-5% dibandingkan di bulan Januari atau Februari.

“Kemudian, ada sedikit anomali pada zaman stok meningkat ini mengarah turun menjadi 1-2%, dalam bandingkan di tahun sebelumnya, periode Januari-Februari. Stok perhari ini 33. 408, tersebut stok yang ada di pasar induk cipinang, angka yang bisa kita katakan ideal dan angka itu cenderung stabil, ” tegasnya. (OL-3)