Perkiraan Lonjakan Covid-19, Anies Terbitkan Sergub dan Ingub

Perkiraan Lonjakan Covid-19, Anies Terbitkan Sergub dan Ingub

Perkiraan Lonjakan Covid-19, Anies Terbitkan Sergub dan Ingub

JAWAB mengendalikan mobilitas serta kegiatan masyarakat, sekaligus langkah antisipasi munculnya klaster liburan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal serta Tarikh Baru 2021, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Intruksi Gubernur No 64 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pengendalian serta Teriakan Gubernur No 17 Tahun 2020 tentang pengendalian kegiatan masyarakat.

Menurut Anies, Ingub dan Sergub itu adalah langkah antisipasi ekstra dari Pemprov DKI menghadapi musim liburan dengan berpotensi terjadi paparan virus covid-19. Sehingga, Pembatasan Sosial Berskala Tumbuh (PSBB) masa transisi yang masih berlaku akan diperkuat dengan adanya Ingub dan Sergub tersebut.

“Bahwa set hukum kita berupa Pergub (yang mengatur PSBB) tidak perlu ada perubahan, yang dilakukan tambahan adalah Seruan Gubernur, Instruksi Gubernur, & SK Kepala Dinas yang relevan karena secara garis besar kita berhadapan dengan musim liburan nyata memasuki akhir tahun ini, ” terang Anies dalam keterangan formal, Kamis (17/12).

Baca juga: DKI bakal Terapkan WFH 75%

Anies menambahkan, meskipun dalam Ingub dan Sergub mengatur terkait kesibukan usaha, seperti contohnya pada poin 1b dan 1c Sergub 17 tahun 2020, semangat yang mau diimplikasikan adalah pengendalian kegiatan yang sifatnya sosial dan keluarga.

Sebab, Jakarta sempat mengalami lonjakan kasus positif covid-19 pada klaster keluarga kelanjutan libur panjang pada periode Oktober dan November lalu.

“Concern kita, kala liburan kegiatan bersama dalam gelung kegiatan nonusaha. Karena itu seruan kita akan siapkan. Bahwa yang kita atur pengetatannya potensi di luar rumah itu tinggi yakni pada 24 sampai 27 Desember, 31 Desember 2020 hingga dua Januari 2021. Periode yang harusnya masyarakat ada di rumah, ” jelasnya.

Selain itu, Ingub dan Sergub tersebut juga mengatur berbagai arah mulai dari kegiatan usaha, kegiatan keagamaan, hingga mobilitas penduduk muncul masuk ke Jakarta. Seperti misalnya pada poin 15a No dua Ingub 64 tahun 2020, yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pertalian DKI Jakarta menyebutkan pengecekan tulisan keterangan hasil rapid test antigen terhadap pelaku perjalanan.

“Diharapkan, melalui Ingub dan Sergub ini, hal yang tidak kita inginkan (lonjakan kasus) tidak terjadi. Kami mengimbau supaya mayarakat tetap memprioritaskan berada pada rumah dan mengurangi kegiatan dalam luar rumah kecuali untuk kesibukan yang mendasar atau mendesak, jadi insya Allah ikhtiar kita bergandengan ini akan membawa kita ke fase selanjutnya yakni masyarakat yang aman sehat dan produktif, ” pungkas Anies. (OL-1)