Penerapan Industri Manufaktur Kuartal III Berangkat Naik

Penerapan Industri Manufaktur Kuartal III Berangkat Naik

Penerapan Industri Manufaktur Kuartal III Berangkat Naik

PELAKU pabrik di Tanah Air berupaya menempuh sejumlah penyesuaian untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Salah utama langkah yang sedang dijalankan buat menekan dampak pandemi yakni dengan memanfaatkan teknologi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Jakarta, Kamis (15/10), dalam laporan Bank Indonesia, volume produksi di sektor manufaktur di kuartal III 2020 tercatat menemui peningkatan dengan indeks sebesar 45, 35% atau lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya sekitar 25, 36%.

Pemeriksaan indeks volume produksi itu sepakat dengan peningkatan permintaan setelah pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (AKB) sejak awal Juli 2020. “Pada kuartal IV 2020, volume produksi diproyeksi terus membaik sejalan dengan ekspektasi aktivitas industri yang membaik, ” kata Agus.

Pemanfaatan teknologi, Agus mengutarakan, sesuai dengan implementasi peta tiang Making Indonesia 4. 0 buat meningkatkan produktivitas dan kualitas dengan lebih efisien sehingga akan mendongkrak daya saing hingga kancah ijmal. “Untuk bisa unggul dalam berkompetisi, inovasi dan teknologi menjadi investasi penting yang perlu dihadirkan, misalnya melalui peran start-up sebagai technology provider , ” imbuh Agus.

Menperin juga menerangkan, sebagai sikap strategis lain, pemerintah menetapkan tumpuan program substitusi impor sebesar 35% pada 2022 yang juga dilakukan dalam akselerasi pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat dampak pandemi covid-19. (OL-14)