PDIP Kritik Anies soal Perkembangan Rumah DP Rp0

pdip-kritik-anies-soal-kelanjutan-rumah-dp-rp0-1

PDIP Kritik Anies soal Perkembangan Rumah DP Rp0

BAGIAN PDI-P DPRD DKI mengkritisi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Anies Baswedan untuk 2020. PDIP menimbrung menyoroti kegagalan Anies pada memenuhi janji kampanyenya untuk menghadirkan rumah untuk klub berpenghasilan rendah.

Menurut Pengantara Ketua Fraksi PDI Perjuangan DKI Jakarta, Ima Mahdiah, pada 2020 terlihat Pemprov DKI tidak melakukan apa-apa untuk pembangunan hunian tanpa uang muka (down payment/DP). Kegagalan program ini sebetulnya sudah dilihatnya sejak 2019.

Pasalnya, dari target Agenda Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) membuat 232. 214 hunian selama masa kepempinan Anies. Hingga kini gres ada 780 hunian saja.

“Sejak belum terjadi Pandemi, program ini sudah bubar karena pada tahun 2019 sebelum pandemi saja di dalam RPJMD ditargetkan membuat 232. 214 hunian, namun nyatanya baru 780 hunian sekadar hingga saat ini, ” kata Ima dalam keterangannya, Selasa (20/4)

Ima selalu menyebut di lapangan tidak ada peningkatan yang istimewa terhadap upaya melanjutkan program rusunami. Padahal program rusunami ini sudah terbukti bertambah berguna untuk masyarakat di Jakarta yang memiliki bayar rendah.

“Tahun 2020 tak ada peningkatan yang signifikan dan tidak ada cara untuk melanjutkan secara masif program rusunami yang sudah terbukti lebih berguna untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ” kritiknya.

Sebelumnya, terkait dengan pembangunan rumah DP Rp0 ini juga sempat dikritik Fraksi Partai Solidaritas Nusantara (PSI). Anggota DPRD DKI Fraksi PSI, Eneng Malianasari, menyebut program rumah minus DP ini adalah hasil dari kegagalan kolaborasi. Padahal program ini menjadi andalan Anies saat berkampanye buat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernru DKI Jakarta di 2017 silam.

“Menurut saya, Program DP Rp0 ini adalah kegagalan persekutuan yang selalu digadang-gadang sebab Pemprov DKI Jakarta, ” jelasnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan pemangkasan target pembangunan panti tanpa uang muka tersebut dari 232 ribu menjelma 10 ribu. Namun, petunjuk terakhir menyebut baru ada 780 hunian yang telah dibangun. Ia mengutarakan pesimismenya program ini bisa sempurna dengan target yang terakhir.

“Untuk ketercapaian target kalender rumah DP 0 tersebut ya realistis saja, ” kata perempuan yang pokok disapa Mili ini.

Real saat awal menjabat, Anies memiliki target penyediaan 300. 000 rumah dalam lima tahun. Sehingga setiap tahunnya harus ada 60. 000 hunian. Namun, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Langit-langit Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2021, tidak muncul perkiraan untuk pembangunan rumah DP Rp0.

“(Pembangunan) rumah DP Rp 0 tidak menonjol di anggaran, tetapi justru pengadaan lahan terus-menerus. Yang kita sayangkan lahannya terus dibeli, tapi tidak dibangun, ” pungkasnya.

Sementara tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria melegalkan pembangunan rumah DP Rp0 ini memang terhambat. Ariza, sapaan akrabnya, mengatakan gangguan ini sebagai akibat sebab adanya pandemi covid-19. Ditambah dengan daya beli bangsa yang ikut turun serupa.

“Ya memang direvisi pemasokan DP Rp0, ini sebab covid-19 daya beli klub turun. Kemampuan kita membuat turun, ” katanya pada Balai Kota, pekan lalu. (OL-8)