Order Trans-Papua Diyakini akan Pangkas Makna Kebutuhan Pokok

Order Trans-Papua Diyakini akan Pangkas Makna Kebutuhan Pokok

Order Trans-Papua Diyakini akan Pangkas Makna Kebutuhan Pokok

ANGGOTA DPR RI dari Fraksi PDIP Jimmy Demianus Ijie menuturkan pembangunan jalan Trans-Papua secara ekonomi berkualitas tinggi karena bisa memangkas waktu distribusi barang.

“Dengan adanya jalan Trans-Papua maka bisa menurunkan biaya pemasokan, sehingga harga-harga barang juga mampu ikut turun. Sehingga membuat makna bahan pokok lebih terjangkau, ” ungkap Jimmy dalam keterangan formal, Selasa (29/9).

Selama ini, Jimmy menyebut, harga barang-barang kebutuhan pokok dalam Papua relatif lebih mahal sebab harus diangkut melalui udara.

Jalan Trans-Papua memiliki panjang sekitar 4. 330 kilometer. Jalan tersebut membentang dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Daerah Papua.

Baca juga: Dodi Reza Usul Pembangunan Berkepanjangan Provinsi Gunakan Aspal Karet Muba

Anggota DPR dari Dapil Papua Barat itu mengatakan adanya pembangunan infrastruktur di wilayah Papua dindikasikan pemahaman Presiden Joko Widodo bahwa di menghadapi persoalan Papua tidak harus selalu melalui pendekatan keamanan.

“Sejujurnya, kita masyarakat di Papua, selama tadbir Presiden Joko Widodo merasa bersyukur karena telah banyak kemajuan pendirian infrastruktur di Provinsi Papua & Papua Barat, ” kata Jimmy.

Jimmy mengatakan adanya pembangunan infrastruktur pada wilayah Papua mengindikasikan Presiden Joko Widodo dalam menghadapi persoalan Papua, tidak harus selalu melalui pendekatan keamanan.

“Dengan adanya kehadiran negara untuk membangun infrastruktur, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara. Sehingga menerobos isolasi geografis yang secara multiplayer efek akan mendorong percepatan tercapainya kesejahteraan rakyat, ” sebut Bagian Komisi V DPR RI tersebut.

Namun, di samping itu, Jimmy menodong pembangunan jalan Trans-Papua jangan malah memfasilitasi eksploitasi Sumber Daya Negeri di Papua.

“Mengingat, selama pembangunan, masih terus terjadi illegal loging di beberapa tempat, bahkan banyak kamp kayu hasil penebangan ke arah sekitar Taman Nasional Lorentz Papua, yang seharusnya termasuk kawasan dilindungi, ” jelas Jimmy.

Selain itu, ia serupa meminta pemerintah untuk memperhatikan pendirian jalan kampung. Jimmy menuturkan order jalan Trans-Papua hanya menghubungkan antarkabupaten atau kota.

“Sehingga manfaatnya kurang dirasakan secara langsung oleh warga, selama jalan penghubung antar kampung belum layak, ” pungkasnya. (OL-1)