Nusantara

nusantara-1

Nusantara

“LAPOR! Tersangka berhasil ditangkap. Laporan selesai. ” Pandangan lantang itu milik Inspektur Satu Septia Intan Ananda. Dia perempuan, yang menjabat Kepala Kesatuan Reserse Narkoba Polres Tanjungjabung Barat, Jambi.

Siang itu, polres yang berada di pesisir timur Sumatra tengah dikunjungi Kapolda Jambi Inspektur Jenderal A Rachmad Wibowo. Ia meluncurkan Aplikasi Polisi Membumi (Memberikan Bakti untuk Masyarakat Indonesia) yang dikemas dalam sebuah film pendek oleh Polres Tanjungjabung Barat.

Rachmad mengaku tidak menyangka suara lantang itu dari seorang petugas wanita. Anak buahnya dengan akrab dipanggil Septi, itu, juga berperan sebagai tipu misteri berjaket biru berhelm merah yang tangkas gelagapan tersangka pembkar lahan secara sepeda motornya, dalam film pendek.

Mengapresiasi aksi epik polwan berhijab itu, serta sebagai tanda bangga,
Kapolda bergerak ke pendahuluan pun mendahului menyalami serta merangkul
pundak Itpu Septia.

Septia merupakan satu diantara dari tiga bersaudara bujang pasangan tukang sayur Yendri-Yusnidar, asal Payakumbuh, Sumatra Barat ini. Ketika mendaftar sebagai polisi, ia hanya bermodal semangat dan kerja bersusah-susah
untuk mewujudkan mimpinya.

Menurut perempuan yang mengidolakan Raden Ajeng Kartini, itu, dengan menjadi polwan bisa mengabdikan diri untuk negara dan bangsa. Terutama di dalam upaya mengentaskan kejahatan narkoba.

Keterbatasan ekonomi keluarga, serta tinggal di desa, tidak pernah
menyurutkan niatnya. Tekadnya bulat! Ingin menjadi Polwan.

“Waktu saya sedang di bagku SMP, melihat sosok polwan keren-keren serta
cantik-cantik. Makanya setiap ada yang bertanya perkara cita-cita, saya
berat, jadi Polwan, ” sebutan Kasatres Narkoba Polres Tanjungjabung Barat
kelahiran mula September 1993 itu secara nada bersemnagat.

Dibakar tingkah laku kemandirian dan pantang menyerah yang dia serap sejak
Kartini, menguatkan mentalnya untuk maju mendaftar tes masuk Akademi
Kepolisian (Akpol), pasca tamat SMA Negeri 1 Danguang-Danguang,
Kecamatan Guguak, Payakumbuh.

Kegamangan ekonomi keluarga, lirikan pesismitis dari orang-orang di
lingkunganya dibuang habis sebab Septi. Singkat kisah, dengan sangu
pas-pasan, Septi nekat meluruskan niatnya & bertolak sendirian
mengikuti Tes Akpol yang diadakan di Kota Padang, pokok kota Sumatra
Barat.

“Saya ke Padang tunggal. Alhamdulillah, dapat tumpangan menginap di
kamar kos tetangga sekampung yang kuliah di Kota Padang. Menuju
beberapa lokasi tes yang ditentukan, ya, naik angkot sendiri.
Bertentangan dengan teman-teman seperjuangan yang diantar pakai mobil oleh
keluarganya, ” memikirkan Septi sedikit tersenyum.

Kendati tanpa ikut belajar private sana-sini untuk persiapan
menghadapi tes, dengan modal prestasi akedemik selama pada bangku SMA
serta semangatnya nan membara, Septi berhasil melewatinya dengan cara.

“Alhamdulillah saya bisa meninggalkan semua prosesnya. Atas izin Allah
waktu ulangan diberi kemudahan dan kelancaran hingga dinyatakan lulus
masuk Akpol. Banyak dengan kepo sih, tapi beta tegaskan, saya lulus
Akpol sama sekali hamba tidak ada mengeluarkan beban, ” ujarnya
menetapkan.

Bertanggung jawab atas cita-cita pilihannya, kini Septi mau
membuktikan baktinya sebagai anggota Polri di dunia Polda Jambi.
Tempat diberi amanah oleh atasannya untuk mengentaskan kejahatan narkoba
di wilayah dasar Polres Tanjungjabung Barat, kesempatan gerbang Jambi
meniti perairan umum pantai timur Sumatra.

“Insya Allah, dalam bawah binaan Kapolres Ajun Komisari Besar Guntur Saputro, diri ini akan bergerak keras mengentaskan kejahatan narkoba di daerah pesisir timur ini. Tegas dan tidak ada kompromi, ” tegasnya.

Penyuka warna pink tersebut mewanti-wanti, narkoba berdampak nyata merusak
mental, dan kejiwaan generasi muda. Dia mengajak sosok-sosok Kartini
yang melekat pada diri setiap ibu keluarga pada Jambi proaktif
mengawasi dan mendidik anak-anaknya biar menjauhi narkoba.

“Generasi muda adalah harapan penerus arahan bangsa Indonesia di
masa depan. Peran pokok di setiap famili, era ini sangat
dibutuhkan untuk proaktif mengawasi ketat pendidikan dan pergaulan
anak-anaknya, ” lanjutnya. (N-3)