Nilai Emas Tertekan karena Harapan Pemulihan Ekonomi

Nilai Emas Tertekan karena Harapan Pemulihan Ekonomi

Nilai Emas Tertekan karena Harapan Pemulihan Ekonomi

EMAS menetes lebih dari satu persen di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika semakin banyak negeri2 utama melonggarkan penguncian virus korona, yang memicu harapan untuk pemulihan ekonomi dan memperkuat selera kepada aset-aset berisiko.

Kontrak emas paling rajin untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun tajam US$29, 9 atau 1, 72%, menjadi ditutup di US$1. 705, 60 per ounce.

Emas berjangka turun US$8, 20 ataupun 0, 47% menjadi US$1. 726, 40 per ounce pada Senin (25/5), setelah menikmati kenaikan US$13, 6 atau 0, 79% menjelma US$1. 735, 50 pada Jumat (22/5).

“Ada sentimen pengambilan risiko di pasar, mendorong pembalikan arus safe-haven (emas), ” kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Indeks ekuitas naik di seluruh dunia pada Selasa (26/5), termasuk Dow Jones Industrial Average, Indeks Nikkei Jepang, Indeks Komposit Shanghai, & hampir semua indeks Eropa.

Pasar bagian melonjak karena investor semakin optimistis tentang dimulainya kembali perekonomian serta vaksin virus korona potensial.

Mengucapkan juga :   Harga Minyak Naik Didukung Pembatasan Pasokan

Harapan untuk vaksin covid-19 juga memicu sentimen risiko para investor. Perusahaan bioteknologi yang berbasis di AS Novavax mengumumkan pada Senin (25/5) kalau mereka telah memulai uji coba manusia dengan hasil yang diharapkan datang pada Juli.

Spanyol meminta wisatawan asing untuk kembali mulai Juli, sementara Inggris akan membuka kembali ribuan pusat perbelanjaan bulan aliran. Negara-negara bagian AS juga dengan bertahap mengurangi pembatasan.

“Terobosan di kolong US$1. 700 dapat membuka kemungkinan menuju US$1. 680 (untuk emas), ” kata Analis FXTM Lukman Otunuga.

Emas selanjutnya mendapat tekanan sebab sebuah laporan yang dirilis oleh The Conference Board pada Selasa (26/5) menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik sedikit ke 86, enam pada Mei.

“Namun demikian, sisi negatif cenderung ditopang oleh kesengsaraan perniagaan, data ekonomi mengecewakan dan kekhawatiran pertumbuhan, ” tambah Lukman Otunuga.

Tatkala itu Penasihat Ekonomi Gedung Suci Larry Kudlow mengatakan Presiden Donald Trump begitu “jengkel” dengan Beijing mengenai Virus korona baru serta masalah-masalah lain sehingga kesepakatan perniagaan tidak sepenting seperti dulu.

Emas, penabung nilai yang aman selama ketidakpastian politik dan keuangan, naik ke level tertinggi sejak Oktober 2012 pada pekan lalu, didorong sebab stimulus moneter dan fiskal, kekhawatiran resesi dan ketegangan AS-Tiongkok.

“Permintaan investasi akan terus menguat karena stimulus Federal Reserve AS akan tetap di tempatnya untuk waktu yang cukup substantif, ” tambah Ghali dari TD Securities.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 9, 8 sen atau 0, 55%, menjadi ditutup pada US$17, 595 per ounce. Platinum buat pengiriman Juli turun US$13 atau 1, 47%, menjadi menetap dalam US$873, 3 per ounce. (A-2)