NasDem Gencarkan Lobi Loloskan RUU PKS

NasDem Gencarkan Lobi Loloskan RUU PKS

NasDem Gencarkan Lobi Loloskan RUU PKS

ANGGOTA Komisi III DPR Fraksi NasDem Taufik Basari mengatakan partainya tengah melobi supaya mau memberi dukungan untuk melanjutkan penyelesaian RUU Penghapusan kekerasan Erotis (RUU PKS). Lobi itu khususnya ditujukan kepada fraksi-fraksi di DPR.

“Saya dan teman-teman Fraksi NasDem melayani lobi-lobi dan akhirnya disepakati kalau nanti kita akan melakukan pertimbangan lagi pada bulan Oktober buat prolegnas 2021 dan ada kaum anggota yang akan mendukung kalau RUU PKS akan masuk ke prioritas 2021. Meski kita juga belum tahu nanti perjalannya akan seperti apa, ” ujar Taufik, dalam forum diskusi Denpasar 12 berjudul Tarik Ulur RUU PKS secara daring, Rabu, (8/7).

Mengucapkan juga: Lindungi Target Kekerasan Seksual, RUU PKS Urgen Disahkan

Taufik menjelaskan, hingga saat tersebut status RUU PKS merupakan inisitif DPR dari Komisi VIII DPR. Untuk bisa melanjutkan pembahasan rencana regulasi itu, maka terlebih zaman harus dilakukan perubahan agar RUU PKS ditetapkan sebagai usul inisitif anggota dari Fraksi NasDem, bukan dari Komisi VIII.

“Karena pada awalnya RUU PKS ini memang berkedudukan sebagai RUU inisiatif Fraksi NasDem, tapi dalam perjalannya Komisi VIII mengajukan agar itu menjadi RUU inisiatif mereka, ” ujar Taufik.

Baca juga: NasDem Ajukan RUU PKS sebagai Prolegnas Prioritas

Pada saat itu, sambung Taufik, Fraksi NasDem akhirnya menerima keputusan akhir bahwa RUU PKS menjelma inisitif Komisi VIII. Namun, sesudah akhirnya dikeluarkan dari Prolegnas Preferensi 2020, Taufik berharap Komisi VIII dapat kembali menyerahkan RUU PKS menjadi RUU inisiatif anggota atau Fraksi NasDem.

“Saya selalu ingatkan kembali kalau memang Komisi 8 tak ingin membahas RUU tersebut kembalikan saja statusnya jadi usul prakarsa anggota agar kita bisa jaga dan ajak teman-teman untuk mempersiapkan naskah akademiknya untuk di bawa di Baleg, ” ujar Taufik.

Nantinya, ia berharap agar RUU PKS dapat dibahas melalui mekanisme baleg atau pantia khusus (pansus). Itu karena isu dalam RUU PKS dinilai mencakup isu dari banyak komisi di DPR.

“Karena itu yang tengah saya lakukan ialah kembalikan dulu mudah-mudahan bisa jadi usul inisiatif anggota, kemudian saya bakal melakukan lobi-lobi ke fraksi asing dan mengajak teman-teman sekalian dengan selama ini mengawal RUU itu untuk sama-sama kita perbaharui naskah akademiknya dan draf RUU-nya, ” ujarnya.

Taufik mengatakan, di waktu yang tersisa sebelum penentuan prolegnas 2021 pada Oktober mendatang, Fraksi NasDem akan duduk bersama dengan fraksi lain untuk membahas pembaruan RUU PKS. Ia mengatakan untuk mampu ada titik temu, harus dikerjakan politik akomodatif, karena itu kudu ada pembaruan.

“Kita harus realistis. Kita coba perbaharuai kita lihat barang apa yang sebenarnya menjadi permasalahan dengan menimbulkan ada penolakan. Apakah ada yang bisa diakomodir tanpa menekan semangatnya, prinsip-prinsipnya yang selama itu kita dorong, jadi kita lakukan politik akomodatif, terpaksa, kalau tidak sama saja perdebatannya akan pas kayak kaset diputar saja cocok saja seperti periode sebelumnya, ” pungkasnya. (OL-8)