Minggu Ketiga PSBB Transisi, DKI: Langgar Sudah Patuh Protokol

Minggu Ketiga PSBB Transisi, DKI: Langgar Sudah Patuh Protokol

Minggu Ketiga PSBB Transisi, DKI: Langgar Sudah Patuh Protokol

PEMBUKAAN rumah ibadah sudah memasuki pekan ketiga di masa pemisahan sosial berskala besar (PSBB) periode transisi di Ibu kota.

Kepala Jawatan Pendidikan, Mental, dan Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta Hendra Hidayat meminta banyak rumah ibadah termasuk langgar yang sudah mematuhi protokol kesehatan tubuh virus korona atau covid-19.

“Alhamdulillah kalau untuk pelaksanaan protokol kesehatan dalam rumah ibadah semuanya berjalan piawai. Rata-rata baik jemaah maupun pengurus memerhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan, ” jelas Hendra zaman dihubungi, Jakarta, Jumat (19/6).

Baca juga: DPRD: Pedagang Pasar Harus Masif Dites Covid-19

Hendra mengatakan, saat pelaksanaan salat Jumat misalnya, pengurus masjid sudah menyusun jarak antarjemaah saat ibadah. Masyarakat, katanya, juga sudah membawa sajadah masing-masing. Penggunaan masker juga tak luput dipakai warga saat ibadah.

Baca juga: Masjid Cut Nyak Dien Belum Terapkan Salat Jumat Dua Gelombang

Untuk menghindar kontak fisik secara langsung, Pemprov DKI sudah mengatur jemaah mendatangkan kantong plastik sendiri untuk merapikan sepatu atau sandal. Mereka diimbau tidak menaruh di rak kuda yang ada di masjid.

“Tadi kami salat Jumat di Masjid Tangkuban Perahu di Setia Budi. Alhamdulillah rapi, jarak antarjemaah 1 meter. Rata-rata jemaah sudah bawa sajadah sendiri, bawa masker sendiri, bawa plastik kresek untuk simpan kuda masing-masing, ” terang Hendra.

Mengaji juga: Masjid Nursiah Daud Paloh Gelar Salat Jumat 2 Gelombang

Hendra juga mengatakan, secara patuhnya pengurus rumah ibadah & jemaah, diharapkan kedepanya menjadi kelaziman demi menekan penularan covid-19 ditengah pelonggaran aktivitas saat ini.

“Kalau rumah ibadah insyaallah lancar, semakin ke sini masyarakat sudah terbiasa dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Mudah-mudahan itu bisa diterapkan di tempat-tempat asing dan tempat umum lainnya, ” pungkas Hendra. (X-15)