Menaker: Tim Tripartit Selesaikan Pembahasan RUU Cipta Kerja

Menaker: Tim Tripartit Selesaikan Pembahasan RUU Cipta Kerja

Menaker: Tim Tripartit Selesaikan Pembahasan RUU Cipta Kerja

MENTERI Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memastikan perbincangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kegiatan klaster ketenagakerjaan telah selesai dibahas Tim Tripartit.

Selanjutnya, draf RUU Membentuk Kerja akan diserahkan kepada DPR  RI. Adapun Tim Tripartit terdiri dari pengusaha, buruh dan pemerintah. Mereka intens berdialog selama dekat sebulan untuk membahas subtansi RUU Cipta Kerja.

“Seluruh masukan dari Awak Tripartit akan dipergunakan sebagai ringkasan penyempunaan dari draf RUU Menjadikan Kerja, yang disampaikan kepada DPR, ” ujar Ida dalam fakta resmi, Minggu (2/8).

Baca serupa:   Bank Dunia: Jangan Sampai  RUU Cipta Kerja  Jadi Bumerang

Dalam pembahasan Tim Tripartit, tinggi dia, tidak semua materi mencapai kesepakatan. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah sepaham atau tidak, seluruh anggota diklaim mempunyai komitmen buat menyelesaikan pembahasan.

Pemerintah dikatakannya mencatat banyak masukan yang bersifat konstruktif selama pembahasan. Berbagai pandangan akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyampaikan usulan penyempurnaan RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan.

Meski semua materi sudah selesai dibahas, Ida tidak memungkiri ada beberapa yang tercapai kesepahaman. Pemerintah akan mencermati kembali sejumlah masukan dari tim. Kemudian mencari jalan tengah atas berbagai perbedaan pendirian dari unusr pekerja, pengusaha dan pemerintah.

Baca juga:   Ahli:   RUU Cipta Kerja Bukan Obat Mujarab, Tapi Dibutuhkan

”Kami akan menyampaikan laporan hasil pembahasan RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan dari Tim Tripartit kepada Menko Perekonomian. Untuk kemudian diserahkan ke DPR untuk proses pembahasan, ” jelas Ida.

Sebagai informasi, pembentukan Tim Tripartit tindak lanjut dari pertemuan pada 3 Juli, yang dihadiri pimpinan asosiasi pengusaha dan pimpinan serikat pekerja. Tim Tripartit sudah melakukan sembilan kali pertemuan di kurun waktu 8-23 Juli. (OL-11)