Mempertahankan BST agar Tepat Sasaran

Mempertahankan BST agar Tepat Sasaran

Mempertahankan BST agar Tepat Sasaran

FATHUL Huda tidak rela bantuan sosial tunai salah bahan. “Dana Rp600 ribu per rumpun per bulan dari Kementerian Sosial itu harus diterima oleh itu yang berhak, ” kata Tumenggung Tuban, Jawa Timur, itu, kemarin.

Karena itu, sejak pagi, Fathul sudah mendatangi Kantor PT Pos Indonesia Cabang Tuban. Setelah menyempatkan diri berdialog dengan beberapa warga dengan acak, dia menyimpulkan tidak ada masalah. “Alhamdulillah, sampel yang ana cek sudah tepat sasaran. Tidak ada penerima BLT yang sudah menerima bantuan lain. ”

Fathul pula berjanji pihaknya akan terus menilai keluarga penerima manfaat. “Semoga tumpuan yang akan diberikan Kemensos semasa tiga bulan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak pandemi covid-19, ” tandasnya.

Niat serupa juga ada di benak Dyah Hayuning Pratiwi. Untuk menjaga BST itu tepat sasaran, Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, itu membuka jalur pengaduan lewat telepon seluler.

“Jika masyarakat tahu dan menduga ada yang lengah sasaran dalam penyaluran BST, bisa langsung dilaporkan melalui hotline pengaduan 08164288796 dan 085747772300. Warga serupa bisa datang langsung untuk mengadukan, ” tambahnya.

Dyah berjanji jika ada pengaduan, ia bakal melakukan pencarian dan peninjauan lokasi. “Tim bakal turun ke lapangan untuk memastikan seseorang layak mendapat BST atau tidak. Jika tidak berhak, ana akan usulkan ke Kementerian Baik agar dicoret. ”

Di Kota Tangan, 25 warga yang merasa mempunyai menerima bantuan sosial, tetapi tak mendapatkannya, mendatangi Kantor Perwakilan Ombudsman Provinsi Bengkulu. Warga berasal sejak Kecamatan Muara Bangkahulu dan Dukuh Melayu.

“Kami jelas warga terdampak pandemi, tapi tidak satu pun bantuan kami terima, baik dari negeri pusat, provinsi, maupun kota. Awak minta dinas sosial transparan perkara data penerima bantuan, ” menodong Mina, 40. (YK/LD/MY/AS/HT/AT/JS/BN/AP/PO/GL/MS/BB/BK/SL/N-2)