Lima Desa di Riau Jadi Percontohan Solusi Permanen Karhutla

Lima Desa di Riau Jadi Percontohan Solusi Permanen Karhutla

Lima Desa di Riau Jadi Percontohan Solusi Permanen Karhutla

LIMA desa di Riau ditetapkan pemerintah pusat sebagai desa percontohan kesadaran hukum dalam mencari solusi permanen persoalan kebakaran hutan & lahan (karhutla).   Kelima kampung itu yakni Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Kemudian Desa Peregam, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Selanjutnya Desa Semenanjung Medang, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Lalu Desa Pulau Gerang Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Desa Dosan Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.

“Persoalan karhutla kudu diselesaikan secara permanen. Hal itu juga yang ditanyakan Menteri LHK Siti Nurbaya saat bertemu kami. Maka kita rancang program kesibukan mencegah karhutla. Seperti 5 tempat percontohan kesadaran hukum karhutla itu, ” kata Gubernur Riau Syamsuar saat mengikuti kegiatan simulasi karhutla dan pemberian penghargaan promoter award kepada Kapolda Riau Irjen Mulia Setya Imam Effendi di Koto Gasib, Kabupaten Siak, Selasa (18/8)

Patuh Syamsuar, program percontohan desa kesadaran hukum karhutla bertujuan untuk membongkar-bongkar cara pencegahan dan solusi tetap. Kelima desa akan menjadi mencontoh bagi desa-desa lainnya dalam menghalangi dan mengendalikan karhutla.

“Lebih baik menghalangi daripada menangani saat karhutla telah terjadi, ” jelas Syamsuar.

Ia mengungkapkan, Riau sudah bisa mempertahankan pengendalian karhutla. Hal itu tidak lepas dari kontribusi dashboard lancang kuning yang diluncurkan Kapolda Riau.

“Saya meminta mengendalikan karhutla bisa dipertahankan. Terlepas penghargaan promoter kepada Kapolda Riau. Keampuhan dashboard lancang kuning mampu mengecek apakah hotspot itu bercak api secara langsung, ” sahih Syamsuar.

Ia menambahkan, sejauh ini Riau telah menetapkan status siaga genting karhutla yang berlaku hingga 31 Oktober mendatang. Penetapan status waspada darurat telah sejak awal tarikh demi kesiapsiagaan untuk mencegah berlaku bencana asap dari karhutla.

“Riau kita percepat. Sekembali dari istana negara usai rapat karhutla langsung ditetapkan satgas siaga darurat. Saat tersebut sampai 31 Oktober belum sudah karena karhutla kemungkinan masih berlaku, ” jelas Syamsuar.

Ia menambahkan merata karhutla pada periode tahun awut-awutan mencapai 5. 306, 88 hektare tapi setelah adanya dashboard lancang kuning pada 2020 hanya satu. 427 hektare. Sementara Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan penghargaan promoter reward merupakan penghargaan untuk seluruh rakyat Riau. Menurutnya, keberhasilan mengatasi karhutla menggunakan dashboard lancang kuning tidak lepas dari usaha semua pihak, tercatat masyarakat dan perusahaan swasta.

“Promoter award penghargaan buat kita semua. Pengerjaan karhutla adalah penanganan terintegrasi. Itulah dashboard lancang kuning. Karena itu saat ini wajib dipasang pada 11 Polda di Indonesia. Termasuk dipakai untuk menangani covid-19, ” ungkap Agung.

baca juga:   Sukses Atasi Karhutla, Kapolda Riau Dapat Penghargaan Promoter

Dia meminta supaya dashboard lancang kuning tidak usang dan terus bermanfaat buat jangka panjang.  

“Karena itu kami terus berkonsultasi kepada ahli, kepada datuk-datuk, dan masyarakat. Apa fakta yang perlu dalam menangani karhutla? Alhamdulillah, sudah merasakan tidak adanya kabut asap pada tahun itu dan kita bisa bertamasya secara langit biru. Semoga tahun ini kita bisa menuntaskan penanganan karhutla setuntasnya, ” ungkap  Agung. (OL-3)