KPU Surati Mahkamah Konstitusi Soal Perkara Hasil Pilkada 2020

KPU Surati Mahkamah Konstitusi Soal Perkara Hasil Pilkada 2020

KPU Surati Mahkamah Konstitusi Soal Perkara Hasil Pilkada 2020

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari menyebut pihaknya sudah bersurat ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara Permohonan Perselisihan Buatan Pemilu (PHPU) pada Pilkada 2020. Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena KPU belum mengetahui pokok mengenai yang diajukan.

“Hingga saat ini, KPU belum mengetahui pokok perkara dengan jadi materi gugatan atau permohonan penyelesaian perselisihan hasil pilkada, karena belum mendapatkan salinan materi gugatan. KPU sudah berkirim surat ke MK mohon konfirmasi terhadap pasal yang diregister MK, ” sahih Hasyim melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia , Minggu (27/12).

Hasyim menjelaskan konfirmasi tersebut perlu dilakukan setidaknya dalam dua hal. Pertama, KPU Provinsi/Kabupaten/Kota dapat melanjutkan tahapan pilkada berikutnya, yakni penetapan pasangan calon. Ini dimungkinkan apabila perkara yang diajukan oleh paslon tidak diregister oleh MK.

“Kedua, terhadap perkara yang diregister MK berarti akan berlanjut ke persidangan PHPU MK, dan KPU Provinsi/Kabupaten/Kota yang terdapat perkara yang diregister MK harus bersiap muncul menghadapi persidangan PHPU di MK, ” tandasnya.

Sampai tanggal 23 Desember 2020, KPU mencatat ada 135 permohonan PHPU Pilkada 2020 yang diajukan ke MK. Perkara PHPU tersebut meliputi 7 perkara pemilihan gubernur/wakil gubernur, 14 perkara penetapan wali kota/wakil wali kota, & 114 perkara pemilihan bupati/wakil bupati. (Tri/OL-09)