Komnas Perempuan Nilai Masyarakat belum Jadi Belajar Daring

Komnas Perempuan Nilai Masyarakat belum Jadi Belajar Daring

Komnas Perempuan Nilai Masyarakat belum Jadi Belajar Daring

PANDEMI covid-19 membuat semua orang melakukan aktivitas dari rumah. Mulai beroperasi dari rumah dan belajar daripada rumah guna menghentikan penyebaran covid-19. Situasi tersebut menimbulkan beban terakhir bagi masyarakat, termasuk anak-anak yang belajar dari rumah dan harus didampingi oleh orangtua.

Internet dan bagian data ikut menjadi kebutuhan pohon selain makanan, pakaian dan keinginan dasar lainnya. Namun tak semua tempat mendapat jaringan yang cantik. Pun kebutuhan gawai menjadi benar penting, hanya tidak semua tim bisa memenuhi hal tersebut.

Komisioner Tip Nasional Perempuan Veryanto Sitohang mengutarakan berdasarkan kajian yang dilakukan Komnas Perempuan tentang perubahan dinamika rumah tangga dalam masa pandemi covid-19 menunjukkan literasi teknologi dan masalah ekonomi pada masa pandemi covid-19 menjelma faktor pendorong dalam mengakses layanan pengaduan masalah kerja dari sendi dan belajar dari rumah.

Jaringan internet yang tidak stabil, anggaran terbatas untuk kuota internet dan literasi teknologi merupakan permasalahan yang tumbuh selama pandemi covid-19.

“Masyarakat Indonesia masih belum siap dengan teknologi daring dan infrastruktur teknologi belum tersedia secara merata di 34 provinsi di Tanah Air, termasuk kesejahteraan datanya, ” kata Veryanto, Jumat (24/7).

Menurutnya, pemerintah belum siap menghadapi pandemi covid-19   dari jurusan infrastruktur dan masih terfokus di aspek medis. Selain itu kesiapan di aspek teknologi dan keterangan serta pemenuhan kebutuhan ekonomi, baik, layanan publik bagi warga, termasuk sistem pendidikan di sekolah formal dan informal hingga perguruan agung.

Baca juga:   WEF: Penuh Anak Muda Berpikir Belajar Daring Jadi Permanen

Ketegasan pemerintah juga menjadi catatan tersendiri, imbuh Veryanto, terutama dalam hal penerapan optimal kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Gede (PSBB) dan ketika masyarakat mengarah abai pada protokol kesehatan.

Mencermati peristiwa tersebut, Komnas Perempuan berpendapat negeri seharusnya mempersiapkan teknologi dan informasi yang cukup bagi masyarakat mengikuti memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses dan literasi komunikasi dan keterangan digital.

“Memfasilitasi kebutuhan anak-anak belajar sebab rumah melalui pengembangan skema tumpuan kepada masyarakat terdampak covid-19. Mewujudkan metode pembelajaran yang mendorong partisipasi peserta didik dan tetap mengacu pada prinsip kepentingan terbaik kepada anak sebagaimana dimandatkan dalam Kovensi Hak Anak. Paling penting menguatkan guru-guru mendapatkan hak nya jadi mana di atur dalam sistem terkait, sehingga para guru mempunyai kesiapan dan keahlian dalam mengabulkan metode pengajaran daring, ” ungkapnya. (OL-5)