Klaster Ponpes Menambah Jumlah Kasus Korona di Tasikmalaya

Klaster Ponpes Menambah Jumlah Kasus Korona di Tasikmalaya

Klaster Ponpes Menambah Jumlah Kasus Korona di Tasikmalaya

RANGKAI Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanah air Tasikmalaya, Jawa Barat hingga saat ini belum memberikan keputusan terhadap pemnatasan sosial berskala mikro di klaster pendidikan Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat setelah ditemukan 12 orang terkonfirmasi positif covid-19.

Juru Cakap Gugus Tugas Kota Tasikmalaya sekaligus Sekretaris Daerah, Ivan Dicksan mengucapkan saat ini terjadi peningkatan kasus covid-19 di Kota Tasikmalaya, termasuk temuan di klaster pendidikan pondok pesantren. Ada 12 orang dinyatakan positif covid-19 setelah dilakukan swab test. Mereka kni diisolasi di RSUD dr Soekardjo.  

Ivan membaca bahwa dari hasil rapat dengan Dandim 0612 Tasikmalaya, Kapolresta serta Wakil Wali Kota Tasikmalaya, diputuskan agar santri pondok pesantren dalam Cihideung dikarantina untuk memutus sembrono rantai penularan. Munculnya klaster pelajaran di ponpes setelah seorang santri sakit dengan gejala mirip covid-19. Saat dilakukan swab test hasilnya positif. Petugas kini melakukan penyelidikan terhadap 220 orang yang sudah kontak langsung dengan pasien pasti tersebut dan dilakukan swab test.

baca juga:   Klaster Ponpes Dominasi Tambahan Kasus Positif Covid-19 di Kebumen

“Pemerintah tengah berupaya melakukan penambahan  ruang isolasi di RS Islam dan rusunawa milik Universitas Siliwangi. Karena, fasilitas ruangan di RSUD dr Soekardjo sidah penuh. Dan beberapa ruangan tersebut masih belum terpasang blower dan  kamera CCTV, ” paparnya. (OL-3)