Kejagung Selusur Money Laundry Mantan Dirut BTN Maryono

Kejagung Selusur Money Laundry Mantan Dirut BTN Maryono

Kejagung Selusur Money Laundry Mantan Dirut BTN Maryono

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) akan menyelusuri urusan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Dirut BTN Maryono zaman penyidikan.

“Apakah nanti peyidik akan menggelar money laundry-nya, cara-cara menyamarkan uang, tentu nanti proses penyidikan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak sungguh-sungguh lama segera ada perkembangan, ” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono di Gedung Kejagung, Rabu (7/10).

Maryono sendiri diduga menerima uang senilai Rp3, 127 miliar. Uang itu diterima dari dua perusahaan, yakni PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar serta PT Titanium Property. Melalui Direktur PT Pelangi Putera Mandiri, Yunan Anwar, Maryono diduga menerima suap sebesar Rp2, 275 miliar terpaut fasilitas pemberian kredit pada tarikh 2014. Kejagung sendiri juga sudah menetapkan status tersangka terhadap Yunan.

Tengah itu PT Titanium Property diduga menyuap Maryono sebesar Rp870 juta. Transaksi mencurigakan dari perusahaan itu terjadi sekira tahun 2013, masa Maryono menyetujui pemberian kredit terhadap perusahaan tersebut senilai Rp160 miliar. Namun sampai saat ini, belum ada pihak dari PT Titanium yang ditetapkan sebagai tersangka.

Gratifikasi kepada Maryono dari dua perusahaan itu diduga melalui rekening bank menantunya bernama Widi Kusuma Purwanto.

Baca serupa: BTN Hormati Proses Hukum Gratifikasi Mantan Dirutnya

“Tentu nanti penyidik mau menyidik apakah peruntukan atau penerapan uang itu sesuai dengan kreditnyan atau digunakan untuk apa, ” kata Hari.

Hari menjelaskan bahwa pemeriksaan kasus tersebut sudah dilakukan sejak Agustus 2020. Saat ditanya menimpa kronologi pengusutan yang dilakukan pihak Kejagung, Hari enggan memaparkan lebih jauh. Ia berkilah bahwa pihaknya biasanya tidak menyampaikan informasi analisis karena masih bersifat informasi yang dikecualikan.

“Pelapor dalam tipikor dilindungi UU, ” singkat Hari.

Atas perbuatannya, Maryono dijerat Pasal 12 huruf suasana atau huruf b atau Pencetus 5 Ayat (2) jo Ayat (1) huruf an atau tulisan b atau Pasal 11 UNDANG-UNDANG No 31/1999 sebagaimana telah dibuah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1.

Sedangkan Yunan dijerat Pasal 5 Ayat (1) tulisan an atau huruf b atau Pasal 13 UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Hari menyebut keduanya langsung ditahan di Rumah Tahanan Guntur. (OL-2)