Kebutuhan Korban Banjir Terpenuhi

Kebutuhan Korban Banjir Terpenuhi

Kebutuhan Korban Banjir Terpenuhi

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Kesengsaraan (BNPB) Doni Monardo dan Gajah Sosial Juliari P Batubara, kemarin, mengunjungi Kabupaten Luwu Utara, pascabanjir yang melanda enam kecamatan di sana, yang mengakibatkan 36 korban jiwa dan ribuan kepala anak kehilangan rumah.

Pemerintah memastikan penanganan kebencanaan di Luwu Utara menjadi preferensi penanganan selama masa tanggap genting. “Memastikan semua bantuan, tempat pengungsian,   fasilitas, logistik, penginapan, sanitasi, dukungan air, dan perlengkapan terutama untuk ibu-ibu dan anakanak, begitu juga dengan ibu hamil tetap itu menjadi prioritas kita sanggup perhatian lebih, ” kata Doni.

Selain itu, pemulihan lingkungan akan ditata kembali. “Tadi bapak gubernur telah menjelaskan, dan Menteri PU-Pera pula sudah dapat tugas dari Presiden untuk mempercepat akses transportasi serta sejumlah fasilitas publik harus lekas diperbiki agar bisa dimanfaatkan balik, ” ujarnya.

BNPB bahkan meminjamkan satu unit helikopter untuk Pemkab Luwu Utara, untuk kepentingan evakuasi, & pemerataan logistik. Pemerintah melalui Kementerian  Sosial (Kemensos) juga memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak banjir bandang di Masamba Kabupaten Luwu Melahirkan terpenuhi.

Menteri Sosial ke Kabupaten Luwu Utara kemarin didampingi Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin dan Direktur Perlindungan Sosial Objek Musibah Safii Nasution.

Mensos Juliari meminta Bupati memastikan kebutuhan apa saja yang mendesak bagi masyarakat. “Ibu Bupati tidak perlu sungkan ataupun ragu jika membutuhkan tambahan sandaran dari kami. Kami siap menambah, ” kata Juliari saat menyerahkan santunan korban meninggal di jawatan bupati.

Kebutuhan pengungsi yang paling berpegang saat ini, dikatakan Juliari, yaitu makanan dan air bersih. Untuk itu, ia memastikan dapur ijmal yang dioperasikan personel Taruna Waspada Bencana (Tagana) tidak akan beradu memasak makanan buat para pelarian.

Bantuan yang diberikan Kemensos hingga era ini mencapai Rp2 miliar rupiah. Jumlah tersebut terdiri atas sandaran logistik, peralatan kebersihan, dan santunan korban meninggal dunia.

Selain memberikan bantuan berupa materiel, Kemensos juga merendahkan tim layanan dukungan psiokososial untuk memulihkan trauma pengungsi terutama anak-anak.

Tanggap darurat

Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara menetapkan status tanggap perlu selama 30 hari sejak 14 Juli hingga 12 Agustus 2020.  

“Salah satu operasi darurat dengan menjadi prioritas ialah pencarian serta evakuasi korban yang masih habis, ” ungkap Kepala BPBD Luwu Utara, Muslim Muchtar, kemarin.

Hingaa saat ini, tim SAR gabungan menuturkan sebanyak 30 orang meninggal di bencana tersebut dan 15 orang lainnya masih dalam pencarian. Lebih dari 3. 500 keluarga  mengungsi di lokasi pengungsian.

Bencana longsor dan banjir akibat hujan deras juga menerjang Kota Sorong, Papua Barat, yang mengakibatkan tiga korban wafat. Kondisi kemarin tampak banjir  pada jalanan dan rumah warga berangkat surut. Warga mulai membersihkan rumah mereka. (Ifa/MS/H-1)