Keadaan Osteoporosis, Ini 4 Cara Menyekat Tulang Keropos

Keadaan Osteoporosis, Ini 4 Cara Menyekat Tulang Keropos

Keadaan Osteoporosis, Ini 4 Cara Menyekat Tulang Keropos

HARI ini 20 Oktober diperingati jadi Hari Osteoporosis Sedunia. Penyakit itu muncul jika pembentukan tulang gres tidak sejalan dengan hilangnya terampil lama.  

Seperti diketahui, tulang adalah jaringan hidup yang terus masuk dipecah dan diganti. Ketika masih muda, tubuh kita membuat tulang baru lebih cepat daripada menghancurkan tulang tua dan sehingga pengikut tulang meningkat.

Setelah awal usia 20-an, proses ini melambat, dan biasa orang mencapai massa tulang puncaknya pada usia 30 tahun. Bersamaan bertambahnya usia, massa tulang hilang lebih cepat dari yang diregenerasikan.

Kabar baiknya, ada sejumlah cara untuk mencegah osteoporosis. Dikutip dari akun Instagram Rumah Sakit Universitas Nusantara (RSUI), hal pertama yang kudu dilakukan adalah mempertahankan berat institusi normal. Sebab, berat badan invalid (underweight) dan berlebih (overweight) beserta obesitas dapat meningkatkan risiko pengeroposan dan patah tulang.

Hitunglah indeks kawula tubuh (IMT) untuk mengetahui apakah berat badan Anda normal, berlebih atau kurang. Lakukan dengan memaruh berat badan dengan dua kala tinggi badan. Berat badan disebutkan kurang jika berada di lembah angka IMT 18, 5; lazim 18, 5-22, 9; berlebih 23-24, 9; dan obesitas jika lebih dari sama dengan 25.

Ambil model, seorang perempuan dengan tinggi badan 161 cm dan berat badan 58 kg, maka cara menghitung IMT adalah 58 kg dibagi 2x 1, 61 m oleh karena itu hasilnya adalah 22, 37. Jika mengacu pada patokan IMT pada atas, maka berat perempuan itu dianggap normal.

Langkah pencegahan osteoporosis dengan kedua bisa dilakukan dengan melayani olahraga secara teratur. Olahraga mampu membantu membangun tulang yang berpengaruh dan memperlambat pengeroposan tulang.

Langkah ketiga adalah penuhi kebutuhan protein setiap hari. Sebagaimana diketahui, protein adalah salah satu bahan penyusun tulang. Asupan protein yang rendah dapat menekan penyerapan kalsium pada tulang. Akibatnya, proses pembentukan tulang terhambat dan mudah rapuh.

Yang tak kalah penting juga adalah memenuhi kebutuhan vitamin D setiap hari dengan berjemur di bawah sinar matahari ataupun dengan meminum susu, memakan ikan atau keju. Vitamin D meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium dan meningkatkan kesehatan tulang.

Berdasarkan Tabel Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia, laki-laki serta perempuan usia 19-49 tahun minimal membutuhkan 1. 000 mg kalsium per hari. Untuk usia 50 tahun ke atas membutuhkan 1. 200 mg kalsium per hari.

Kurang sumber kalsium yang baik di antaranya, produk susu rendah gemuk, sayuran berwarna hijau tua, ikan (utamakan yang tulangnya dapat dikonsumsi), produk kedelai seperti tahu dan tempe, serta jus jeruk. (H-2)