Itu Evaluasi Pasar Tanah Abang Dihari Pertama Buka

Itu Evaluasi Pasar Tanah Abang Dihari Pertama Buka

Itu Evaluasi Pasar Tanah Abang Dihari Pertama Buka

Keadaan ini merupakan hari pertama rekan non pangan seperti Pasar Tanah Abang buka di masa PSBB Transisi. Sebelumnya, pasar non bertabur harus ditutup untuk mencegah kerumunan masa yang dapat menjadi instrumen penyebaran virus korona.

Pasar di periode PSBB Transisi dibatasi hanya dapat buka pada pukul 06. 00-14. 00 WIB dan kios-kiosnya kudu buka dengan menerapkan sistem jarang genap sesuai tanggal.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arif Nasruddin mengungkapkan dari pantauannya ada beberapa hal yang masih menjadi perhatian semacam tempat cuci tangan yang kudu ditambah.

“Jadi ini di Blok A dan B kita terus review dan tadi saya melihat yang di blok A perlu di-review beberapa tambahan peralatan dan fasilitas seperti tempat cuci tangan. Aku minta lebih diperbanyak lagi karena memang saya pikir masih kurang. Karena antrean masuknya juga telah cukup banyak pagi ini pada Pasar Tanah Abang, ” sirih Arif, Senin (15/6).

Selain tempat cuci tangan, Arif juga akan menambah termo gun untuk memeriksa suhu tubuh pengunjung. “Yang kedua dengan scan suhu tubuh juga perlu diperbanyak, petugasnya sudah cukup banyak sehingga kemudian peralatannya perlu diperbaiki dan ditambah, ” tuturnya.

Dalam pantauannya itu ia juga mengawasi jalannya kewajiban menggunakan face shield. Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya mendistribusikan 80ribu face shield kepada para penyalur agar bisa digunakan berulang kali.

“Face Shield itu membantu bernafas pendek, jadi tetep terproteksi dari membuang, benafas agak lega sedikit. Biasa pedagang kami usianya memang sensitif gitu ya. Jadi memang ana harapkan mereka berdagang untuk pakai Face Shield agar maskernya enggak asal ditaruh (leher), ” menguraikan Arif.

Ia juga meminta agar seluruh pihak terkait termasuk pedagang dan pengunjung pasar mematuhi aturan seolah-olah menggunakan masker.   “Jadi saya berharap dan meminta kepada segenap, juga kepada pengunjung tolong terbuka. Karena ini gerakan roda perekonomian kecil kalau pengunjungnya juga mengikuti sadar akan bahaya Covid-19 dan pedagangnya juga insya Allah pasar terus pelan-pelan menggeliat, ” tukasnya. (OL-13)

Baca juga: Dandim Cianjur Luas Anggotanya Non Reaktif Covid-19