Ilmuwan Hong Kong Klaim Obat Mag Bisa Lawan Covid-19

Ilmuwan Hong Kong Klaim Obat Mag Bisa Lawan Covid-19

Ilmuwan Hong Kong Klaim Obat Mag Bisa Lawan Covid-19

ILMUWAN Hong Kong menyatakan bahwa obat anti-mikroba yang digunakan untuk mag dan infeksi bakteri, berpotensi besar melawan covid-19.

Para peneliti berangkat mengeksplorasi apakah metalodrug, senyawa yang mengandung logam untuk melawan bakteri, juga memiliki sifat yang sanggup melawan virus SARS-CoV-2. Dengan menggunakan hamster Suriah sebagai subyek ulangan, peneliti menemukan salah satu obat, ranitidine bismuth citrate (RBC), sebagai agen anti-SARS-CoV-2 yang manjur.

“RBC mampu menurunkan viral load di peparu hamster yang terinfeksi hingga 10 kali lipat, ” ujar peneliti Universitas Hong Kong Runming Serabutan.

Baca juga:   172 Negara Sudah Daftar Portofolio  Vaksin WHO

“Temuan kami menunjukkan bahwa RBC adalah agen anti-virus potensial untuk covid-19, ” imbuhnya.

Para ilmuwan Hong Kong menyebut RBC adalah obat yang umum digunakan untuk melawan asam lambung, dengan profil farmakologis yang aman dan komprehensif. “Ini telah digunakan selama beberapa dekade, sehingga cukup aman, ” pungkas Wang.

Dalam penelitian yang telah diterbitkan jurnal Nature Microbiology, peneliti menyatakan metalodrug lain juga berpotensi melawan virus covid-19, namun perlu tersedia eksplorasi lanjutan.

Covid-19 telah menewaskan bertambah dari satu juta orang semenjak pertama kali muncul di Tiongkok. Virus itu kemudian menyebar ke seluruh dunia. Para ilmuwan masih berjuang mencari vaksin yang langsung. Termasuk, mengeksplorasi sejumlah obat dengan sudah tersedia, khususnya untuk menggali gejala covid-19.

Baca juga:   Tidak Ingin  Monopoli,   Tiongkok  Siap Bagikan  Vaksin  Covid-19

Remdesivir, obat antivirus berspektrum luas, berikut deksametason sejenis kortikosteroid, telah diidentifikasi berhasil melawan virus. Obat itu digunakan tim dokter yang merawat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah dinyatakan positif covid-19.

Akan tetapi, kedua jenis obat itu memiliki kekurangan. Remdesivir tergolong obat mahal. Sementara itu, deksametason mempunyai pengaruh penekanan kekebalan yang berisiko, kecuali pasien dengan gejala paling payah. (CNA/OL-11)