Humaniora

humaniora-1

Humaniora

TAHUN ini Festival Salur Rempah memasuki tahun ke-2 dan untuk tahun tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan susunan kunjungan ke tiga patos titik penting yang akan dimulai pada 17 Agustus 2021 dan berakhir di Surabaya pada 28 Oktober 2021 mendatang.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, kebaharian nusantara menjadi jejak sejarah berkembangnya pelayaran dan perdagangan yang dimulai sejak lama serta dipicu oleh komoditi unggulannya yakni rempah-rempah. Jejak tersebut dengan membentuk Jalur Rempah, sebuah jalur abstrak tetapi jelas di laut dan pada darat.

”Jalur Rempah kini telah menjadi simpul kebudayaan bahari nusantara, jalur kebudayaan dan peradaban yang bukan sekedar sebagai akses perpindahan niaga namun juga membawa serta gagasan, pengetahuan, kecil dan budaya di sepanjang rute perjalanan dari pucuk paling timur kepulauan Indonesia melewati selat Malaka sampai Afrika, Timur Tengah & Eropa, ” kata Hilmar saat meluncurkan Website Kolom Rempah, Desember 2020 kelam.

Kegiatan muhibah dan hajatan budaya ini akan berlaku di 13 titik pati jalur rempah. Persiapan pelaksanaannya telah dilakukan sejak akhir Maret 2021, dimulai secara kunjungan ke Banda Neira yang dilanjutkan ke bintik persinggahan lain seperti Makassar, Banjarmasin, Surabaya dan Medan.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbud Judi Wahjudin mengatakan, ikut terlibat dalam persiapan ini ialah pihak Pemda, Dinas Kebudayaan dan pariwisata propinsi, bervariasi instansi terkait, serta komunitas lokal.    

Baca juga:   Menunggangi Khasiat Kekayaan Rempah Nusantara

“Start-nya dimulai pada titik 0 tepatnya di Banda Naira, kemudian berlanjut ke kota-kota pelabuhan diberbagai wilayah Indonesia yang dulunya menjadi rute pelayaran rempah-rempah di Indonesia seperti Ternate, Makassar, Banjarmasin, Tanjung Uban, Belawan, Lhokseumawe, Padang, Banten, Tanjung Priuk, Semarang, Benoa dan terakhir di Praja Surabaya, ” jelas Judi.  

Di masing-masing tanah air pelabuhan akan ditampilkan rempah khas daerah tersebut & cerita perjalanannya sebagai satu diantara bahan perdagangan di negeri dalam bentuk festival dengan akan bisa dinikmati sebab masyarakat luas. Mulai sejak pertunjukan budaya, suguhan kuliner setempat, workshop berbagai tempat seni seperti musik & tari, hingga gelaran fashion wastra tradisional.

Semua itu diramu dan disusun secara cermat oleh tim kegiatan yang terdiri dari berbagai pihak dan melibatkan publik lokal dan para pelajar setempat.

Kemendikbud menyampaikan pengamalan Muhibah Budaya dan Kegiatan Jalur Rempah 2021 tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI di dalam 17 Agustus 2021 dan merayakan Hari Sumpah Muda pada 28 Oktober 2021.  

Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan festival dan muhibah Jalur Rempah ini para pelajar dapat melihat betapa besar dan hebatnya Nusantara serta membakar semangat mereka untuk selalu mencintai serta menjaga negeri tercinta, Indonesia. (RO/OL-7)