Gubernur Kaltara Bangga Busana Tidung Hadir di Mata Uang

Gubernur Kaltara Bangga Busana Tidung Hadir di Mata Uang

Gubernur Kaltara Bangga Busana Tidung Hadir di Mata Uang

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie menerima selembar uang pecahan edisi khusus Rp75 ribu yang dikemas dalam bentuk plakat sebab Kepala Kantor Perwakilan Bank Nusantara (KPw BI) Provinsi Kalimantan Mengadukan Yufrizal di ruang rapat Pejabat Gubernur di Tanjung Selor.

Penampakan uang tersebut di dalamnya terpampang tulisan sembilan anak berbusana pakaian kebiasaan Nusantara yang salah satunya busana adat di Kaltara

“Bagi kita, masyarakat Kalimantan Utara tanpa terkecuali, tersebut suatu kebanggaan, karena pada uang tersebut juga ada foto seorang anak memakai
salah satu busana pengantin adat lokal dalam sini, yaitu busana Tidung, ” kata Irianto di Tanjung Selor, Rabu (19/8).

Baca juga: Gubernur Erzaldi Berikan Sandaran Membangun Masjid Al-Ikhlas Muntok

Irianto dengan menerima uang edisi khusus itu, Selasa (18/8), mengaku kaget, sebab tidak lama setelah peluncuran uang pecahan ini tepat pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Nusantara, menjadi heboh di dunia maya.

“Di media sosial maupun dipercakapan grup-grup Whatsapp ada banyak tuduhan-tuduhan ganjil dan pikiran-pikiran kotor menduga negeri salah mencetak uang, ” katanya.

Peristiwa itu tentu sangat menyedihkan sebab komentarnya sedikit yang positif. Padahal niat peluncuran uang ini betul baik.

Uang itu diluncurkan mengusung makna untuk mensyukuri kemerdekaan yang digambarkan oleh foto tokoh proklamator Bung Karno dan Bung Hatta. Juga terdapat foto pengibaran bendera Merah Putih, dan juga foto perolehan pembangunan Indonesia khususnya di tempat infrastruktur tol trans Jawa, jembatan di Papua, dan MRT Jakarta.

Tujuannya juga untuk menyongsong masa aliran gemilang, dengan adanya foto 9 anak yang mewakili anak-anak sebab seluruh penjuru Indonesia.

Salah satunya daripada Kaltara dengan busana pengantin kebiasaan Tidung. Anak-anak dengan pakaian adatnya ini mewakili wilayah Barat, Pusat dan Timur
Indonesia (Aceh, Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Maluku, dan Papua).

Itu melukiskan anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus SDM unggul yang siap melahirkan Indonesia emas 2045.

“Kemudian ini dengan harus disadari oleh kita seluruh. Tidak mungkin Menteri Keuangan, BI menaruh begitu saja salah kepala baju adat di Kaltara kalau tidak ada lirikan pemerintah (pusat) terhadap provinsi kita ini. Jadi jangan dipelintirkan. Kok ada dengan memirip-miripkan bahwa itu busana adat Tiongkok, ” kata Irianto.

Anak yang menggunakan baju adat Tidung bernama Muhammad Izzam Athaya siswa posisi 4 SDN 041 Tarakan. (Ant/OL-1)