Gabah Hasil Petani Karawang Dijual ke Mitra Tim GSGP

gabah-hasil-petani-karawang-dijual-ke-mitra-tim-gsgp-1

Gabah Hasil Petani Karawang Dijual ke Mitra Tim GSGP

UPAYA  Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menstabilkan harga taris petani saat panen besar terus dilakukan oleh Awak Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) yang menyasar ke wilayah dengan harga taris di bawah HPP.

Tim yang merupakan gabungan dibanding Kementan bersama mitra seolah-olah Bulog, penggilingan Kostraling dan PT Pertani telah menetapkan target serap gabah dengan harga beli yang menguntungkan yakni minimal sesuai makna pembelian pemerintah (HPP) Rp 4. 200 per kg di beberapa Provinsi dan Kabupaten. Salah satunya dalam Provinsi Jawa Barat dengan telah disepakati serapan sebesar 270. 000 ton GKG.

Tindak lanjutnya, Tim GSGP wilayah Jawa Barat dengan serentak bergerak ke wilayah sentra pantura yaitu Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu serta Cirebon untuk menyerap taris langsung ke petani.

Salah satunya di Karawang, sudah disepakati serapan gabah bulan Maret-Mei 2021 sebesar 47. 456 ton GKG lantaran perkiraan produksi padi April-Mei 2021 126. 965 ton setara beras 72. 941 ton.

Sekretaris Dinas Pertanian Karawang, Muhrodi saat rakor bersama petugas KCD & penyuluh di tiap kecamatan menyampaikan komitmen pemerintah untuk menstabilkan harga gabah.

“Alhamdulillah dengan adanya komitmen itu perlahan harga di tingkat petani mulai bagus sedang. Kemarin memang sempat pada bawah HPP di kaum kecamatan, namun sekarang telah hampir semua bisa sedikitnya setara HPP. Kondisi iklim yang mendukung juga menjadi salah satu pemicunya, ” ujar Muhdori, Kamis (8/4).

Gerakan Serap Gabah di Karawang dilanjutkan dengan meneroka langsung ke lokasi kecamatan yang harganya di kolong HPP yaitu di Majalaya, Telagasari dan Klari.

Wakil Kepala Kantor Cabang Bulog Karawang Satrio Nugroho, membicarakan pihaknya sangat siap meminta gabah petani baik wujud GKG maupun GKP.

“Kalau GKP ada di nilai Rp4. 200 kalau GKG di harga Rp5. 300, namun ada beberapa persyaratan kualitas yang harus dipenuhi seperti kadar air, ukuran hampa maupun persyaratan lainnya, ” ujarnya.

Sebagai data sejak bulan Maret Bulog Karwang telah menyerap taris petani sebanyak 341 ton dan beras sebanyak 4. 916 ton.

Sementara itu, Ketua Poktan Terpadu dalam Kecamatan Klari, Ujang melegalkan gabahnya setelah dilakukan ulangan uji kadar air belum memenuhi syarat Bulog. Namun demikian telah disepakati hasil panen poktan tersebut sejumlah 5 ton akan diserap Bulog apabila kulitas mutunya sudah memenuhi standar pantas Permendag Nomor 24 tarikh 2020.

“Saya berterimakasih seluruhnya kehadiran tim Kementan dan mitranya karena kami maka tahu bagaimana perlakuan pascapanen yang benar, dan insya Allah kami akan tepat setor ke Bulog bila sudah memenuhi syaratnya, ” ujar Ujang

Dengan adanya komitmen bersama kesangguan masuk gabah, dipastikan harga gabah pada masa panen raya stabil sesuai dengan HPP dan petani pun diperkirakan gembira. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal panen dan masuk gabah dengan optimal pertama fokus pada daerah dengan mengalami penurunan harga yang terlalu jauh di kolong HPP.

Pada saat yang pas, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi pun melakukan kegiatan GSGP. Ia menyampaikan Kementan bergandengan mitra terus secara masif dan serentak melakukan kegiatan GSGP di lima kabupaten Provinsi Jawa Barat.

Lima kabupaten itu adalah Indramayu, Subang, Karawang, Cirebon, Bekasi dengan bersinergi antara Kementan, Bulog, Dinas Pertanian, Kostraling, Kodim dengan Tujuan untuk stabilitas harga Gabah masa panen raya.

“Sesuai petunjuk Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kegiatan serap taris juga bertujuan untuk menjamin stok beras dan positif petani untuk mendapat nilai penjualan yang menguntungkan petani. Kesehateraan adalah prioritas kalender pemerintah. Petani untung, ketahanan pangan dan negara bahkan kuat, ” bebernya.

Tim GSGP secara serentak mengabulkan serap gabah petani di Karawang, Cirebon dan Bekasi. Target serap gabah petani di Bekasi sebesar 20 ribu ton GKG, Karawang 47. 456 ton GKG, Cirebon 42. 620 ton GKG, Subang 24. 464 ton GKG dan Indramayu 35. 764 ton GKG. (Iam/OL-09)