Evi Novida Ginting Surati Jokowi, Menimbulkan Jabatannya Dipulihkan

Evi Novida Ginting Surati Jokowi, Menimbulkan Jabatannya Dipulihkan

Evi Novida Ginting Surati Jokowi, Menimbulkan Jabatannya Dipulihkan

PENGARUH Hukum mantan Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik, Hasan Lumbanraja, memberikan surat kepada Presiden Joko Widodo terkait putusan Pengadilan Manajemen Negara (PTUN) Jakarta.

Surat tersebut berisikan pengabulan gugatan kliennya terkait Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Anggota Bayaran Pemilihan Umum (KPU) Masa Jabatan 2017-2022.

Dengan memberikan surat tersebut, Hasan meminta Jokowi untuk mengembalikan posisi anggota KPU kepada Evi Ginting.

“Kami menyampaikan surat kepada Presiden dengan tujuan menginformasikan bahwa amar putusan PTUN Jakarta dalam penundaan tersebut berlaku. Karena sebenarnya Presiden sudah diwajibkan oleh PTUN untuk membatalkan jabatan Ibu Evi seperti amar putusan, ” ujar Hasan kepada wartawan, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan amar putusan PTUN memiliki kekuatan lembaga tetap bila presiden tidak menetapkan sikap.

Namun, jika Jokowi mengajukan banding, proses masih akan berlanjut dan putusan PTUN menjadi belum berdaya hukum tetap,

“Amar putusan dalam janji ini tidak terikat bila tersedia upaya hukum yang akan dilakukan. Jadi mesti ada upaya kaidah, banding atau tidak. Kalau tidak, amar putusan ini harus dilaksanakan sebenarnya setelah putusan diucapkan pada 23 juli, ” ungkap Hasan.

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Kepala bidang hukum Dini Purwono mengutarakan surat itu memang sudah diterima pihak Istana. “Tetapi memang kelakuan presiden belum diputuskan, masih di dalam proses pembahasan, ” tuturnya. (OL-4)