DPRD DKI Nilai Mini Lockdown Merendahkan Pengawasan

DPRD DKI Nilai Mini Lockdown Merendahkan Pengawasan

DPRD DKI Nilai Mini Lockdown Merendahkan Pengawasan

PRESIDEN Joko Widodo diketahui meminta pemimpin kawasan untuk menerapkan karantina wilayah terpatok atau mini lockdown.

Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik sepakat dengan konsep mini lockdown. Menurutnya, DKI Jakarta bisa mengikuti instruksi Presiden. Sebab, konsep ini berfokus pada wilayah zona merah, seperti tingkat RW.

“Ya ikutin saja. Mini Lockdown itu lebih fokus. Misalnya dalam RW mana yang merah, ya sudah lockdown saja, ” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (30/9).

Baca juga:   Presiden: PSBB Merugikan Banyak Orang

Lebih lanjut, dia menyebut konsep yang diusulkan Presiden sudah pernah diterapkan dalam wilayah Ibu Kota. Misalnya, masa ada RW dengan kasus covid-19 tinggi, kemudian dilakukan penutupan wilayah. Taufik berpendapat konsep mini lockdown akan mempermudah pengawasan.

“Sebenarnya secara benar di DKI pernah ada penyudahan RW. Artinya kalau mau mini lockdown, maka dipilah. RW mana yang merah. Ini kan oleh karena itu jauh lebih terkontrol. Dalam 14 hari bagaimana perkembangannya, ” pungkasnya.

Baca juga:   Pemprov DKI Berupaya Tekan Angka Kematian Covid-19

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan pemimpin daerah untuk menerapkan kecil lockdown, yang dinilai lebih efektif dibadingkan pembatasan keseluruhan. Dalam kejadian ini, terkait upaya menekan laju penyebaran kasus covid-19.

Usulan Kepala Negara dikemukakan dalam rapat terbatas dengan virtual perihal penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional pada Senin (28/9) lalu.

“Mini lockdown berulang akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota, satu kabupaten, apalagi satu provinsi. Ini bakal merugikan banyak orang, ” tutur Jokowi, sapaan akrabnya. (OL-11)