Diduga Ada Kecurangan, Hasil Pilkada Sesumbar Digugat ke MK

Diduga Ada Kecurangan, Hasil Pilkada Sesumbar Digugat ke MK

Diduga Ada Kecurangan, Hasil Pilkada Sesumbar Digugat ke MK

PASANGAN calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) nomor urut 2 Nasrul Abit dan Indra Catri mengajukan perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bersandarkan perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum, pemilihan kepala daerah (pilkada) pasangan calon Gubernur Sumbar cetakan urut 4 dinyatakan Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy memenangkan pandangan terbanyak.

Namun dalam hasil tersebut, itu menganggap ada dugaan pelanggaran dan kecurangan. Menurut Nasrul Abit & Indra Catri selaku pemohon, KPU Sumatra Barat sebagai termohon secara terang-terangan telah melanggar Keputusan Ketua KPU RI Nomor 412/PL. 02. 2-Kpt/06/KPU/IX2020 tentang Pedoman Teknis Pengampu Kemampuan Jasmani dan Rohani beserta Standar Pemeriksaan Kesehatan Jasmani, Rohani dan Bebas Penyalahgunaan Narkotika dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Pemangku Kota Tahun 2020.

Hal itu menjadikan terbitnya Hasil Pemeriksaan Kesehatan Bagian Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota yang dikeluarkan sebab Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sumatra Barat. Menurut pemohon, lembaga yang berwenang mengeluarkan tulisan pernyataan sehat bagi paslon yaitu rumah sakit yang ditunjuk, pada hal ini RSUP M Jamil Padang.

Dengan demikian, menurut pemohon, buatan pemeriksaan kesehatan yang dikeluarkan oleh Pengurus IDI wilayah Sumatra Barat adalah cacat hukum. Selain itu, saat berlangsung Pilgub Sumbar, pemohon mendalilkan ada temuan pemilih yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) luar daerah yang menggunakan hak pilih serta pemilih yang mematuhi formulir A5 KWK seharusnya memiliki satu suara, tapi kenyataannya mendapat dua suara.

Berikutnya, termohon atau KPU Sumbar dianggap telah menghilangkan sah pilih 28 orang terdiri dibanding dua pasien covid-19 dan 26 pasien rawat inap di RSUD Pariaman dengan tidak dilakukan pemungutan suara di RSUD Pariaman. Karenanya, pelanggaran termohon berpengaruh signifikan kepada perolehan suara paslon dan total pemilih yang mengunakan hak pilih dalam Pilgub Sumbar Tahun 2020.

KPU Sumbar menetapkan Mahyeldi Ansharullah & Audy Joinaldy meraih suara tertinggi pada Pilgub Sumbar Tahun 2020 dengan 726. 853 suara (32, 43 persen). Perolehan suara itu unggul 47. 784 suara pada Nasrul Abit dan Indra Catri.
KPU Sumbar juga menyimpan total pemilih sebanyak 2. 313 278 orang atau sekitar 61, 68 persen dari total pemilih di daerah itu. Total jumlah suara sah sebanyak 2. 241. 292 atau 96, 89 upah dan jumlah suara tidak makbul 71. 986 atau 3, 11 persen.
(OL-14)