Category Archive : Feature

Kementan Keluarkan SE tentang Pelaksanaan Kurban Saat Pandemi

Kementan Keluarkan SE tentang Pelaksanaan Kurban Saat Pandemi

Pengoperasian kurban diatur dalam Peraturan Gajah Pertanian Nomor 114/Permentan/PD. 410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Sehubungan dengan pelaksanaan pemotongan kurban pada Keadaan Raya Idul Adha 1441 H, pemerintah berupaya melakukan penyesuaian mengenai pelaksanaan kurban, mengingat saat itu Indonesia masih berada dalam situasi pandemi Covid-19.

Kegiatan kurban yang mengungkung penjualan hewan kurban dan pengeratan hewan kurban perlu penyesuaian secara prosedur new normal atau kenormalan baru dalam situasi pandemi Covid-19.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) meniti Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan tubuh Hewan (Ditjen PKH) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca Juga: Kementan Jamin Kesehatan 1, 3 Juta Hewan Kurban

Direktur Jenderal Peternakan serta Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Dirjen PKH Kementan), I Ketut Diarmita mengatakan, SE ini juga jadi petunjuk pelaksanaan kegiatan kurban dengan penyesuaian penerapan new normal ataupun kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

“Selain itu, harapannya lewat tulisan edaran ini kegiatan pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi Covid-19 tetap berjalan optimal secara mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyaluran Covid-19, ” kata Ketut, Jumat (12/6).

Dikatakan Ketut, surat ini ditujukan kepada Gubernur, Bupati, dan Pemangku Kota seluruh Indonesia. Kemudian disampaikan kepada dinas terkait yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan, atau instansi terkait yang membidangi fungsi kesehatan dan fungsi keagamaan, serta diteruskan juga ke organisasi masyarakat yang membidangi keagamaan.

Mengaji Juga: Penjaga Apresiasi Kementan Pembelian Ayam Tumbuh di 6 Provinsi

Ketut menegaskan, langkah-langkah pencegahan potensi penularan Covid-19 pada tempat penjualan dan pemotongan persembahan perlu diperhatikan, seperti menjaga jeda saat interaksi saat kegiatan kurban dan menghindari perpindahan orang mengiringi wilayah pada saat kegiatan kurban.

“Memperhatikan juga status wilayah tempat kesibukan kurban serta edukasi soal bahayanya covid-19, dan bagaimana cara penularannya, ” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Kesehatan tubuh Masyarakat Veteriner, Drh. Syamsul Ma`arif, M. Si menyebutkan, surat ini akan memberikan rekomendasi dalam kegiatan penjualan hewan kurban dan pengeratan hewan kurban.

Dalam kegiatan penjualan hewan kurban, Syamsul menegaskan harus memenuhi syarat seperti jaga jarak wujud, penerapan kebersihan personal dan kejernihan tempat, serta pemeriksaan kesehatan.

Membaca Juga: Kementan Terlanjur Pengembangan Pemasaran Komoditas Peternakan

“Penjualan hewan kurban juga harus dilakukan di tempat yang telah mendapat persetujuan dari kepala daerah setempat, ” ujar Syamsul.

Penjualan hewan kurban selalu dikatakan harus melibatkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Badan Amil Derma Nasional (BAZNAS), atau organisasi & lembaga amil zakat lainnya.

Harapannya para organisasi dan lembaga amil derma ini bisa membantu pengaturan peraturan cara penjualan hewan kurban dengan meliputi pembatasan waktu, layout wadah penjualan dan penempatan fasilitas media kebersihan.

Selain itu, penjual hewan kurban juga harus dilengkapi dengan corong pelindung diri (APD) minimal berupa masker, lengan panjang, dan menyarung tangan sekali pakai selama di tempat penjualan.

Setiap orang yang masuk ke tempat penjualan juga diharuskan mencuci tangan lebih dulu memakai sabun atau hand sanitizer. Bagi penjual yang berasal dari asing wilayah harus dalam kondisi sehat dengan melampirkan surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah kecil.

“Setiap tempat penjualan juga wajib dilengkapi dengan pengukur suhu tubuh, wadah cuci tangan dengan air mengalir dan tempat pembuangan limbah tahi hewan yang aman, ” nyata Syamsul.

Setiap orang juga diimbau untuk menghindari jabat tangan atau bersentuhan langsung selama kegiatan kurban. Semrawut, setiap orang yang berkegiatan persembahan diharuskan membawa dan menggunakan bahan pribadi seperti perlengkapan salat dan perlengkapan makan sendiri.

Syamsul menambahkan, sesudah pulang dari tempat kurban, setiap orang juga wajib mandi serta membersihkan diri sebelum kontak langsung dengan anggota keluarga yang tersedia di rumah.

Untuk kegiatan pemotongan hewan kurban, tidak banyak berbeda dengan penjualan hewan kurban yaitu tetap menerapkan protokol kesehatan berupa terbuka jarak, jaga kebersihan dan memakai masker atau face shield semasa kegiatan pemotongan hewan kurban.

“Para aparat pemotongan hewan perlu diedukasi mengenai cara penyebaran Covid-19 seperti hindari memegang muka, mulut, hidung, serta mata. Jumlah petugas dalam mulia ruangan juga perlu diatur diminimalisir agar bisa menerapkan jaga renggang, ” papar Syamsul.

Petugas pemotongan hewan kurban juga diimbau untuk tak merokok, meludah dan memperhatikan etika bersin serta batuk selama berkegiatan pemotongan kurban. Selain itu, petugas pemotongan hewan kurban juga diharuskan berasal dari lingkungan atau mulia wilayah dengan tempat pemotongan hewan dan tidak sedang masa karantina mandiri.

Dikatakan Syamsul, pembinaan dan perlindungan pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada situasi pandemi Covid-19 ini dikerjakan pemerintah, dinas kabuptan/kota yang membidangi fungsi kesehatan masyarakat veteriner & kesehatan hewan bersinegri dengan jawatan yang membidangi fungsi kesehatan, beserta instansi terkait lainnya.

“Dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan ini harus bersinegri atau berkoodinasi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan serta badan yang membidangi fungsi keagamaan, ” tuturnya. (RO/OL-10)

Hyundai Kampanyekan Bersatu Lawan Korona menggunakan Medsos

Hyundai Kampanyekan Bersatu Lawan Korona menggunakan Medsos

HYUNDAI Motors Indonesia (HMID) merilis video bertema #GerakkanHarapan yang mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu menghadapi tantangan akibat pandemi covid-19. Tayangan video singkat ini juga mengajak masyarakat untuk saling membantu menghadapi tantangan tersebut.

Selain itu, kampanye ini pula mengajak semua orang agar menjunjung para pejuang di garda terdepan dengan cara terus menerapkan #JagaJarak untuk menekan penyebaran virus korona. Video #GerakkanHarapan dirilis secara sah di laman YouTube dan kanal media sosial resmi lainnya milik Hyundai Motors Indonesia.

President Director HMID SungJong Ha mengatakan bahwa keselamatan, kesehatan tubuh, dan kesejahteraan karyawan, pelanggan, pacar bisnis, dan masyarakat sekitar pada lingkungan bisnis merupakan hal paling penting bagi Hyundai, termasuk pada masa pandemi saat ini. “Momen bersejarah ini adalah saat yang paling tepat bagi kita seluruh untuk bersatu, ” ujar SungJong.

Hyundai di Indonesia secara aktif terlibat dalam membantu memerangi covid-19, mulai dari menyumbangkan 50. 000 tata Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim medis, hingga mengimplementasikan ulangan cepat drive thru di Jawa Barat. (Cdx/S-2)

Tim Peserta Mercedes Hadapi Tantangan Berat Musim F1

Tim Peserta Mercedes Hadapi Tantangan Berat Musim F1

JUARA bertahan konstruktor Formula 1, Mercedes menyatakan siap menghadapi musim baru 2020 yang bakal penuh tantangan lantaran terdampak pandemi covid-19 dan membuat jadwal padat serta memberatkan bagi seluruh tim peserta. Hal itu dinyatakan oleh bos Mercedes, Toto Wolff, selepas timnya kembali melahap aspal untuk pertama kalinya sejak Februari di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada Selasa (9/6) waktu setempat. Sesi latihan yang diikuti Valtteri Bottas dengan praktik jaga jarak itu berfungsi sebagai rangkaian ajang pemanasan jelang balapan pembuka musim F1 2020 di GP Austria pada 5 Juli.
     
Wolff menegaskan bahwa setiap orang di markas Mercedes di Brackley Brixworth sangat bersemangat untuk segera berkompetisi lagi dalam ajang balap roda empat paling bergengsi sejagat itu.
   
“Setidaknya kami tahu bakal kembali membalap dalam beberapa bulan ke depan, ” kata Wolff sebagaimana dilansir Sky Sports, Selasa malam.
   
“Ini sebuah tantangan. Kami semua menyadarinya, tapi kami berutang kepada para penggemar untuk menyajikan balapan dan memberikan tontonan yang menawan. Jelas ini berat bagi kami, melahap tiga balapan pembuka musim, tak bisa pulang ke rumah, tapi ini semua kondisi spesial, ”   ujarnya menambahkan.

baca juga:   Iannone Gugat Hukuman Doping ke CAS
   
F1 sejauh ini sudah meluncurkan kalender balap musim 2020 dengan delapan seri dalam 10 pekan, yang seluruhnya bakal digelar tanpa penonton serta didampingi pedoman kesehatan ketat demi mencegah persebaran pandemi. Menyusul Bottas, juara dunia Lewis Hamilton dijadwalkan turun mengaspal juga di Silverstone pada Rabu waktu setempat. (OL-3)
   

Tapera Mempermudah Pembangunan Rumah MBR

Tapera Mempermudah Pembangunan Rumah MBR

PERSATUAN Perusahaan Realestate Indonesia (REI) menyambut baik penerbitan Peraturan Pemerintah  (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

PP Tapera merupakan petunjuk pelaksanaan dari UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan  Permukiman, dan UU Cetakan 4 Tahun 2016 tentang Tapera. PP Penyelenggaraan Tapera mengatur jalan pengelolaan Dana Tapera yang mencakup kegiatan pengerahan, pemupukan, dan pendayagunaan untuk pembiayaan perumahan bagi peserta. Simpanan peserta akan dikelola serta diinvestasikan BP Tapera bekerja sesuai dengan Kustodian Sentral Efek Nusantara (KSEI), Bank Kustodian, dan Organisator Investasi.

Besaran simpanan Tapera ditetapkan sejumlah 3% dari gaji/upah, yakni ditanggung pemberi kerja sebesar  0, 5% dan pekerja sebesar 2, 5%. Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida menilai tujuan pemerintah  menerbitkan PP Tapera agar klub makin mudah  memiliki rumah lewat Program Tapera. Pada kesempatan terbelah, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Tata Ruang dan Perluasan Kawasan, Hari Ganie menilai kehadiran Tapera yang merupakan  pembiayaan masa panjang sangat membantu pembangunan kekayaan, khususnya rumah masyarakat berpenghasilan hina (MBR).

Pasalnya, pembangunan rumah untuk MBR selama ini sangat tergantung pembiayaan jangka pendek. Selama ini pembiayaan perumahan bergantung pada APBN yang dananya terbatas. Sumber dananya merupakan dana jangka pendek untuk menggaji subsidi KPR.

Dengan adanya pembiayaan masa panjang, Hari berharap bunga KPR akan lebih murah, sehingga  pembangunan perumahan baru bisa cepat terpenuhi.   Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Nusantara (Apersi) Junaidi  Abdillah menilai Tapera akan memperluas cakupan penerima khasiat dari program perumahan pemerintah.

“Saat itu dengan program yang ada, (FLPP dan SSB) baru menyasar umum kelas bawah (MBR),   nantinya dengan Tapera akan lebih berkembang lagi dengan menyasar dari klub menangah hingga ke  bawah, ” ungkapnya, kemarin.

Ia menilai keberadaan Tapera menjadi kekuatan baru bagi pembangunan sektor properti, khususnya perumahan MBR yang selama ini tergantung di dalam APBN. Meski begitu, Junaidi mengakui untuk dampak dari Tapera tunggal masih membutuhkan waktu. Untuk  tengah pemerintah tetap dapat mendukung dengan program yang ada seperti FLPP dan SSB.

Bertahap

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum & Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PU-Pera) Eko Djoeli Heripoerwanto belum lama ini mengatakan baru sekitar 56% keluarga memasukkan rumah layak huni, sedangkan negeri
menargetkan ada 70% puak menempati rumah. Data Badan Sentral Statistik (BPS) pada 2020 menuturkan jumlah kebutuhan rumah baru kira-kira 800 ribu.

Pemerintah menargetkan ada 70% keluarga menempati rumah layak huni hingga 2024. Ia mengatakan BP Tapera memiliki waktu antara enam sampai 7 bulan ke ajaran untuk melebur Taperum-PNS ke Tapera. Komisioner BP Tapera Adi Setianto menyampaikan, operasional BP Tapera akan dilaksanakan secara bertahap dengan sasaran awal Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selama ini telah menabung lewat Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri  Sipil (Bapertarum-PNS).

Untuk 2020-2021, fokus BP Tapera pada kala transisi Bapertarum-PNS ke Tapera. “Kemudian kepesertaan akan berlanjut ke personel BUMN/BUMD/BUMDes,   kemudian baru ke dan TNI/Polri dan seterusnya terakhir ke sektor swasta, ” terangnya. (Dro/S-1)
 

Tengku William Jadi Relawan Anonim

Tengku William Jadi Relawan Anonim

WILLIAM Arthur Philip Louis, 37, anak tertua dari pasangan Pangeran Charles dan Putri Diana, menjadi trending topic pembicaraan di dunia maya, setelah ia mengungkapkan dirinya sebagai relawan anonim semasa lockdown di Inggris.

Keterlibatan Pangeran William sebagai sukarelawan baru terungkap bertepatan dengan peringatan ulang tahun baru lembaga Shout 85258 yang turut mereka dirikan pada Mei 2019.

“Saya akan berbagi sedikit rahasia dengan kalian. Saya sebenarnya berada dalam platform relawan, ” tutur William kepada sesama relawan di maklumat itu.

Seperti 2. 000 sukarelawan Shout, William menggunakan nama samaran pada platform itu. Pelatihan sebagai sukarelawan krisis di Shout menempatkan William di garis depan layanan yang memberi solusi untuk kaum bujang yang didera panik, depresi, maka merasa ingin bunuh diri.

Katerlibatan William sebagai relawan itu juga diumumkan Istana Kensington sebagai bagian dibanding gerakan untuk Volunteers Week yang berakhir, kemarin. Mereka yang mengirim SMS sepanjang waktu tidak terang bahwa mereka sedang berbicara dengan anggota keluarga kerajaan.
(Gas/H-2)

Florian Wirtz Cetak Sejarah Baru di Bundesliga

Florian Wirtz Cetak Sejarah Baru di Bundesliga

BAYER Leverkusen memang gagal meraup poin penuh saat kalah 2-4 dari bernard tamu Bayern Muenchen dalam lanjutan Bundesliga, Sabtu (6/6). Namun, bagi pemain muda Leverkusen, Florian Wirtz, laga di Stadion BayArena itu akan menjadi laga yang jadi selalu dikenang.

Dalam pertandingan tersebut, Wirtz menyumbang satu gol bagi Leverkusen satu menit jelang laga usai. Walau tidak mampu membawa timnya terhindar dari kekalahan, namun gol tersebut membawa gelandang serang asal Jerman itu mencetak rekor baru di Bundesliga.

Gol ke gawang Muenchen yang dikawal Menue Neuer itu membuat Wirtz menjadi pemain termuda yang mampu mencetak gol di kompetisi sepak bola tertinggi di Jerman. Ia mencetak gol itu saat berusia 17 tahun thirty four hari.

Sebelumnya, rekor pemain termuda yang mampu mencetak gol di Bundesliga dipegang Nuri Sahin dengan usia 17 tahun 82 hari. Ketika masih berkostum Borussia Dortmund, Sahin membuat rekor tersebut setelah mencetak gol ke gawang Nuremberg pada 2005 atau saat Wirtz masih berusia 2 tahun.
         
“Kami tahu ia (Wirtz) adalah pemain dengan bakat sangat besar. Itulah sebabnya, ia menjadi andalan, ” ungkap pelatih Leverkusen Philip Bosz.

“Hari ini dia mendaat pelajaran paling penting sejak dia mulai bermain sepak bola. Yaitu tempo pada level ini jauh lebih tinggi daripada yang biasa ia lakukan, ” imbuhnya

Wirtz melakukan first untuk Leverkusen melawan Werder Bremen bulan lalu dan menjadi debutan termuda dalam sejarah klub dan yang termuda ketiga di Bundesliga. Wirtz yang semasa yunior pernah bergabung dengan FC Koln, didapat Leverkusen di bursa transfer, Januari lalu. (AFP/R-1)

DPR tak Setuju Istilah Program Pemulihan Ekonomi Nasional

DPR tak Setuju Istilah Program Pemulihan Ekonomi Nasional

PEMERINTAH kembali merevisi total biaya penanganan Covid-19 kedalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan pertambahan anggaran dari Rp 405, 1 triliun menjadi Rp 677, 2 trilun.

Akibat pertambahan itu, anggota Komisi XI DPR RI Ramson Siagian berbicara atas perubahan yang berlangsung benar cepat, atau kurang dari mulia bulan tersebut.

Ramson  mengaku kurang sependapat dengan penggunaan istilah tersebut. Menurutnya, lebih baik menggunakan istilah Provokasi Fiskal Keempat daripada istilah yang seakan-akan perekonomian saat ini sudah sangat genting. Selain itu, jika memakai istilah stimulus maka implementasinya bisa dilaksanakan dengan lebih bentuk.

“Saya kurang sependapat dengan istilahnya, sebab program pemulihan itu sama sekadar seperti stimulus fiskal ketiga atau keempat yang ditambah anggarannya, ” ujar Ramson pada keterangan persnya, Kamis (4/6).

“Saya lebih sepakat dengan istilah stimulus, kalau PEN seolah-olah ekonomi kita sudah berat dan bisa diselesaikan dengan program pemulihan. Padahal situasinya sekarang masih belum pasti, kalau pakai stimulus bisa lebih dinamis bergerak, ” tegasnya.

Politikus  Fraksi Partai Gerindrda ini menyampaikan, postur APBN Tahun 2020 sempat berubah pada awal April awut-awutan lewat Perpres Nomor 54 Tahun 2020. Saat itu defisit yang diajukan 5, 07 persen kepada produk domestik bruto (PDB) ataupun mencapai Rp 852, 9 triliun. Dengan pertambahan anggaran menjadi Rp 677, 2 triliun tersebut, kekurangan APBN 2020 akan melebar menyentuh 6, 24 persen terhadap PDB.

Secara rinci, besaran anggaran dari kalender pemulihan tersebut terdiri atas peruntukan anggaran untuk bidang kesehatan sebesar Rp 87, 55 triliun, peruntukan anggaran program social safety sarang sebesar Rp 203, 9 triliun, alokasi dukungan UMKM dengan ukuran mencapai Rp 123, 46 triliun, alokasi stimulus dan insentif fiskal Rp 120, 61 triliun, had dana talangan BUMN sebesar Rp 44, 57 triliun dan pertolongan kementerian/lembaga mencapai Rp 97, 11 triliun.

“Baiknya seperti anggaran percepatan pembalasan, atau kompensasi pendapatan ke PLN dan Pertamina contohnya, itu tidak perlu masuk di anggaran PEN, karena itu adalah subsidi yang memang harus dibayar pemerintah dari APBN. Artinya ada atau tidak ada Covid-19, anggaran subsidi merupakan kewajiban reguler pemerintah. Saya telah sampaikan kepada Bu Menkeu (Sri Mulyani) mengenai ini, ” imbuhnya.

Penggunaan istilah PEN, lanjut Ramson, ialah persoalan tentang bagaimana menjelaskan kepada publik. “Harusnya kalau memang sumbangan, ya sebut saja subsidi. Tetapi kalau ini sudah masuk di dalam program pemulihan ekonomi maka anggarannya jadi naik dari semula Rp 405 triliun menjadi Rp 641, 17 trilun, dan kemarin terangkat lagi menjadi Rp 677, 2 triliun, ” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap mendukung jika hal tersebut akan mulai diberlakukan. Dia mengatakan, pelaksanaan implementasinya harus tetap proporsional, mana yang reguler dilaksanakan oleh pemerintah seperti subsidi, & mana yang merupakan penanganan Covid-19.  

“Program pemulihan nasional itu indah, jangan salah ya, hanya tersebut dimasukkan dalam program pemulihan dengan memang extraordinary atau kejadian luar biasa karena dampak Covid-19, bukan yang reguler dimasukkan kepada program ekonomi nasional. Jangan digabung, karena secara tidak digabung maka market bakal melihat kondisi ekonomi masih baik-baik saja, ” tutup Ramson. (OL-09)

Mendes Pastikan Penyaluran BLT itu Terang dan Diawasi Ketat

Mendes Pastikan Penyaluran BLT itu Terang dan Diawasi Ketat

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Primitif dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan jika penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan bersumber dari Dana Desa (DD) itu transparan dan diawasi sebab langsung oleh warga.

“Segenap proses BLT Dana Desa berprinsip dari kampung, oleh desa, untuk desa oleh karena itu warga desa juga bisa turut mengawasi, ” kata Menteri Halim, Rabu (3/6/2020).

Menteri Halim menuturkan, metode penentuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT Dana Desa itu berjenjang dan melibatkan banyak orang. Pendataan itu dimulai dari tingkat Asas Tetangga (RT) yang dilakukan oleh Relawan Desa Lawan Covid-19 sebesar tiga. Ini dilakukan agar tersedia kesepakatan dan musyawarah untuk menentukan kelayakan KPM.

Baca Juga: Mendes: BLT Persediaan Desa Sudah Cair di 10 Ribu Desa

Setelah itu, daftar itu kemudian dibawa ke tingkat Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk mengesahkan KPM di tingkat desa. Buatan Musdesus ini kemudian dibawa ke tingkat Kabupaten/Kota untuk dilakukan sinkronisasi data agar tidak terjadi tumpang tindih dengan Jaring Pengaman Baik (JPS) lainnya.

“Namun, dengan adanya PMK Nomor 50, untuk lakukan percepatan penyaluran BLT tidak perlu lagi adanya Perbup untuk pemindahbukuaan Simpanan dari KPPN ke Rekening Dana Desa (RKDes), ” kata Gus Menteri, sapaan akrabnya.

BLT Dana Kampung merupakan bagian penting dari ikhtiar kemanusiaan terkait dampak ekonomi akibat wabah covid-19. BLT Dana Dukuh ini, setiap KPM (Keluarga Penyambut Manfaat) akan mendapatkan Rp600 ribu per bulan selama tiga kamar yakni Bulan April, Mei, dan Juni.

Sasaran penerimanya adalah keluarga bapet nonpenerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Rumah tangga yang mengakar kriteria, di antaranya kehilangan mata pencaharian; belum terdata; serta memiliki anggota keluarga yang rentan sakit menahun (kronis).

Metode perhitungan penetapan jumlah penyambut manfaat BLT ini wajib mengikuti rumusan desa, yakni penerima DD kurang dari Rp800 juta wajib mengalokasikan BLT maksimal 25%. Untuk penerima DD Rp800—Rp1, 2 miliar wajib mengalokasikan BLT maksimal 30%. Sementara itu, desa dengan DD di atas Rp1, 2 miliar wajib mengalokasikan hingga 35%.

Proses pengumpulan data hingga penetapannya dalam perhimpunan desa dilaksanakan secara terbuka. Daftar penerima BLT Dana Desa pula ditempelkan di balai desa jadi mudah diakses oleh warga dukuh.

Untuk mempercepat penyaluran BLT Dana Dukuh kepada keluarga miskin yang mempunyai, penyaluran secara tunai juga disaksikan oleh banyak pihak di balairung desa.

Jadi, kata Gus Menteri, memang jika ditemukan persoalan dalam metode penyaluran Dana Desa, ada metode yang telah dibuat oleh Kemendes PDTT yaitu call center 1-5000-40 dan aplikasi sipemandu. kemendesa. go. id sebagai saluran pengaduan asosiasi.

Semesta aduan diproses oleh tim aduan dan ditindaklanjuti ke lapangan. Pertandingan yang disampaikan melalui social media selama ini juga langsung ditindaklanjuti ke lapangan. Kementerian Desa PDTT memiliki tim pengelola aduan dalam pusat, dengan dukungan 35 seperseribu pendamping desa yang bergerak di desa-desa di seluruh Indonesia.

Kasus dalam Deli Serdang yang memviralkan perkara penyaluran BLT Dana Desa tapi tidak melalui saluran resmi hingga menimbulkan persepsi berbeda. Namun, keputusannya dugaan pemotongan itu jelas dengan sendirinya.

Polisi mengatakan tak ditemukan data dugaan tindak pidana korupsi terpaut peristiwa itu. Pemotongan BLT itu sebenarnya sudah disepakati bersama saat diadakan rapat bersama oleh perangkat pemerintah setempat dengan warga. Tersedia kesepakatan BLT itu dibagi selalu ke warga yang membutuhkan namun belum masuk daftar penerima BLT sehingga terjadi pemotongan.

Kasus lainnya di Deli Serdang yakni terjadi kesalahpahaman terkait dugaan pemotongan BLT Uang Desa oleh warga penerima BLT. Seorang warga Desa Lantasan Periode bernama Nurhalmah yang mendapatkan BLT DD ternyata diketahui memberikan beberapa dana BLT yang diterimanya kepada warga lainnya yang dinilai turut berdampak atau tidak menerima BLT Dana Desa.

Namun, yang menerima mas dari Nurhalmah tersebut mengira dana yang diterimanya tersebut berasal daripada BLT karena amplop yang diterimanya berasal dari BLT Dana Dukuh.

Berbeda kasus di Desa Banpers Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Ada Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berinisial EF yang ditugaskan membagikan malah memotong anggaran sebesar Rp400 ribu sehingga warga hanya menerima Rp200 ribu.

“Saya sangat menyesalkan temperamen tokoh masyarakat desa ini. Dengan transparansi seluruh tahapan seperti ini, seharusnya tidak ada pihak dengan berani coba-coba mengambil keuntungan awak karena mudah diketahui warga dukuh lainnya. Warga desa leluasa menunggui secara partisipatoris, mengontrolnya, dan melaporkannya hingga kepada yang berwajib, ” kata Gus Menteri. (RO/OL-10)

Waspada Dampak Psikologis Pandemi, Dari Karut hingga Bunuh Diri

Waspada Dampak Psikologis Pandemi, Dari Karut hingga Bunuh Diri

PANDEMI mampu menimbulkan dampak dengan cukup luas. Berdasarkan pengalaman dalam beberapa negara sebelumnya, pandemi mampu mempengaruhi stabilitas ekonomi, sosial, politik, hingga psikologis.

Dosen Fakultas Psikologi UI Bagus Takwin mengatakan, pandemi menciptakan dampak berganda dari sisi mental, selain ancaman penyakit yang membuat rasa cemas dan panik, tersedia yang dilanda kesedihan karena kehilangan keluarga, ada pula yang ekonominya terdampak hingga memberikan pukulan dengan lebih berat lagi bagi umum.

“Dari segi psikologis dampaknya cukup kaya terhadap gangguan kesehatan mental, apalagi ada yang sampai bunuh diri, ” kata Bagus dalam acara bincang sore bersama FEB UI, Selasa (2/6).

Saat pandemi terjadi, bagian emosional manusia adalah yang paling pertama diserang. Emosi merupakan sama dengan sistem pertahanan pertama yang tersedia pada diri kita sebagai makhluk biologis. Setiap manusia memiliki menemui takut, cemas, dan terancam jika ada sesuatu yang bisa menyinggung atau membuatnya jadi tidak makmur.

“Itu sistem yang sebenarnya membantu kita untuk menghindarkan diri dari mematikan tapi juga bisa menjadi perkara karena kalau kita lihat hati ini gampang menular dan itu bisa membuat efeknya jadi bertambah buruk karena ketika dia menular, makin banyak orang yang tepat efek kemudian mempengaruhi tingkah ragam manusia, ” tuturnya.

Baca selalu:   MUI Racik Peraturan Cara Ibadah di Masjid Masa Kenormalan Baru

Adanya rasa takut & terancam ini kemudian menciptakan pancaran optimisme, di mana orang tak akan membayangkan dirinya terkena penyakit/bahaya. Berikutnya yakni rasa jijik, hati yang merupakan bagian sistem pertahanan manusia sebagai makhluk hidup buat menghindarkan diri dari hal beracun/tercemar/membuat diri menjadi tidak berfungsi dengan baik karena zat-zat yang buruk bagi tubuh.

“Tapi efeknya itu lazimnya jijik membuat orang jadi kemudian mengasosiasikan dirinya dengan hal-hal lain/objek-objek lain yang tidak disukainya. Misalnya menghakimi perilaku orang atau kawanan lain yang dianggap tidak cocok, dan lebih sedikit memberikan penjelasan dan penilaian baik terhadap orang lain, ” jelasnya.

Rasa jijik dengan berlebihan juga mampu menimbulkan kepribadian intoleran/diskriminatif. Kemudian wabah juga bisa menimbulkan kecemasan eksistensial dan kesadaran akan kematian, kecenderungan depresif yang jika berlebihan dapat memunculkan rencana bunuh diri. Kemudian panik budi, semacam perasaan bahwa ada hal-hal buruk yang disebabkan oleh karakter lain, gangguan kesedihan yang menyimpang, menimbulkan seseorang kehilangan orientasi, tenggat memiliki pikiran irasional.

Dengan banyaknya buah psikologis yang disebabkan oleh pandemi, maka menurut Bagus, peningkatan layanan kesehatan mental merupakan salah satu hal yang penting dilakukan buat mengatasi dampak negatif terhadap kesehatan mental yang timbul selama pandemi. Kemudian dibutuhkan kebijakan perlindungan baik yang kuat.

“Negara-negara yang cukup kuat kebijakan perlindungan sosialnya tingkat depresi, kematian dan gangguan psikologis/emosionalnya jauh lebih rendah dibanding negara lain yang kebijakan perlindungan sosialnya lemah, ” imbuhnya.

Sedangkan masyarakat dapat berupaya mengelola tingkah laku dengan meningkatkan kreativiras dan fleksibilitas, menjaga kemantapan pola makan, mengelola emosi & pikiran bisa juga dengan bantuan psikolog, menjaga mindset yang meningkatkan semangat dan ketahanan psikologis, serta komunikasi untuk menanamkan pola budi yang adaptif. (OL-7)

Viral Influencer Tiongkok Gunakan Filter Pencantikan yang Drastis

Viral Influencer Tiongkok Gunakan Filter Pencantikan yang Drastis

KAMUFLASE penampilan atau citra yang ditampilkan di media sosial nyatanya mampu sangat menipu. Salah satu faktornya, tentu saja berkat kecanggihan teknologi atau aplikasi foto yang kini sudah sangat jamak.

Salah satu contoh tipuan penampilan di medsos diungkap akun Ex Treme lewat unggahan di Facebook. Unggahan itu berisi sederet foto dari dua influencer Tiongkok.  

Influencer dengan akun @Coeyyyy tampak berbeda dalam dua menjepret yang disandingkan dan diberi tajuk ‘sebelum dan sesudah’.   Dilansir dari Daily Mail, @Coeyyyy adalah bintang di platform belanja daring dan sosial media Xiaohongshu atau RED yang berbasis di Tiongkok.  

Perbedaan foto @Coeyyyy tampak di seluruh bagian tubuh, mulai dari muka hingga bentuk rahangnya. Bahkan besaran tubuh pun turut berubah, dari agak berisi  menjadi sangat langsing.  

Foto itu rupanya diunggah setelah @Coeyyyy secara tidak berniat difoto saat jalan-jalan dengan seorang teman. @Coeyyyy kemudian mengunggah memotret yang sudah diedit itu.
Tidak jelas aplikasi yang dimanfaatkan. Namun beberapa aplikasi sudah masyhur punya fitur ‘pencantikan’ seperti FaceTune, TikTok, maupun Instagram.

Netizen pun menyikapi unggahan Ex Treme dengan beragam. Salah satunya memuji hasil editan itu dengan sebutan level Photoshop. Sedangkan netizen lain berjenaka di dalam komentarnya. “Gunakan foto itu jika mereka hilang dan Anda mau menemukan orang yang sama seluruhnya berbeda. ”

Netizen lain jutru ada foto itu adalah dua karakter berbeda, seperti pemeran pengganti pada film laga. Ia berpendapat bahwa meskipun wanita dalam kedua tulisan itu mengenakan pakaian yang setara dan berpose dalam posisi dengan sama, sangat sulit untuk menedit tubuh menjadi kecil tanpa merusak latar belakang.

Netizen itu juga mengungkap foto yang diedit biasanya mempunyai resolusi lebih rendah dari aslinya. Padahal, dalam foto tersebut dengan terjadi malah kebalikannya. (M-1)