BNPB Ingatkan 30 Kepala Wilayah Waspadai Potensi Bibit Siklon 94W

bnpb-ingatkan-30-kepala-daerah-waspadai-potensi-bibit-siklon-94w-1

BNPB Ingatkan 30 Kepala Wilayah Waspadai Potensi Bibit Siklon 94W

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta 30 kepala pemerintah daerah dalam tingkat provinsi untuk mewaspadai potensi bibit siklon katulistiwa 94W. Kewaspadaan tersebut disampaikan melalui surat yang dikirim kepada para gubernur.  

Deputi Bidang Pencegahan BNPB,   Lilik Kurniawan mengucapkan kewaspadaan itu untuk menekankan pada peringatan dini & langkah-langkah kesiap siagaan, tercatat evakuasi dan penyampaian keterangan.

Baca juga : Bawa Bantuan ke NTT, BNPB: Kami Upayakan Semaksimal Mungkin

“Apa yang kami sampaikan yang pertama adalah kepala daerah kami menimbulkan untuk  meningkatkan kewaspadaan khususnya untuk daerah-daerah yang benar sudah diberikan rekomendasi oleh BNPB. Daerah diminta buat kemudian menyosialisasikan kemungkinan daya yang ada di daerah mereka terkait dengan risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin tornado, ” ujar Lilik.

BNPB, kata dia, menyikapi bahan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait siklon tropis 94W. “Jadi BNPB sudah berkoordinasi dengan BMKG dan kaum kementerian lembaga terkait secara potensi bibit siklon tropis 94 W yang akan terjadi di beberapa tempat di indonesia sehingga lalu mengambil langkah-langkah untuk menyampaikan peringatan pada daerah. ”

“Kepada para kepala daerah diminta untuk menyiapkan medium prasarana yang dibutuhkan & alat-alat berat yang dimungkinkan dapat membantu daerah-daerah dengan longsor maupun banjir khususnya daerah-daerah yang khususnya diwaspadai akan terjadi bencana dengan terkait dengan siklon tropis tersebut, ” ujarnya.

Adapaun ke-30 wilayah administrasi setara provinsi yang diberi surat kewaspadaan, yaitu daerah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Sedang, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Daksina, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Pada samping itu, Lilik tahu kepada masyarakat yang status di daerah rawan gangguan untuk mengambil langkah pencegahan. “yang pertama mereka kudu melihat situasi yang tersedia di daerah sekitarnya. Apakah mereka ada di kawasan yang dekat sungai kemudian daerah yang tebing dengan terjal sehingga rawan terbis dan sebagainya. ”

“Selain sudah menentukan lokasi tempat evakuasi yang bisa itu gunakan pada saat mereka akan dievakuasi nanti. Penyelamatan ini ada beberapa sarana di antaranya adalah daerahnya harus aman kemudian mungkin dijangkau oleh masyarakat jadi mereka dengan mudah mampu pergi ke tempat dengan sudah disepakati untuk wadah evakuasi, ” ujar Lilik.

BNPB, kata dia, merancang Call Center pada kawasan yang kemungkinan akan terdampak pada siklon tersebut. “Untuk daerah yang kemungkinan akan terpapar siklon tropis ini silakan untuk kemudian mengacu pada informasi dari BMKG dan kami siap dan menyiapkan call center 117 sebagai pusdalops BNPB jadi masyarakat atau pemerintah kawasan yang membutuhkan kami siap. ”

Diharapkan dengan adanya kesiagaan kewaspadaan dan koordinasi tersebut, masyarakat bisa aman dan kepala daerah khususnya yang terdampak bencana sanggup menyiapkan dan mengelola seluruh sumber daya manusia, logistic, peralatan, penyiapan sarana & prasarana untuk penanganan kejadian darurat serta penyiapan kemudahan layanan Kesehatan sesuai dengan protokol kesehatan covid-19.   (A-1)