Bertambah Ketat dalam Kepungan Zona Abang

Bertambah Ketat dalam Kepungan Zona Abang

Bertambah Ketat dalam Kepungan Zona Abang

SEPEKAN terakhir, kelakuan tegas dan keras Ajay M Priatna mengemuka. Wali Kota Cimahi, Jawa Barat, itu, mengaku kacau karena wilayahnya sudah masuk daerah merah.

Penyebaran covid-19 juga belum mereda, bahkan meningkat. Yang terbaru, 17 santri di Pondok Pesantren Baitul Izza, di Kelurahan Cipageran, Cimahi Utara, positif terjangkit. Mereka masih menunggu kabar nasib 87 santri lain yang sudah menjalani tes usap.

“Kami minta aktivitas di tempat tinggal pesantren disetop dulu karena efek penularannya sangat tinggi, ” kasar Ajay.

Yang lain, izin keramaian serupa akan diperketat. “Kalau keukeuh menerapkan, ada toleransi tidak boleh mengundang tamu dari luar, ” tambahnya.

Kabupaten Garut juga berkobar. Bupati Rudy Gunawan membatasi izin tempat pertemuan.

“Jumlah kasus baru terus meningkat. Mau tidak mau, kami harus memperketat izin tempat pertemuan, termasuk pondok pesantren dan beberapa lokasi lain, ” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, meminta pemerintah kota dan kabupaten kembali aktif melakukan tes belai. “Harus masif dilakukan lagi. Aturan kesehatan juga harus ditegakkan kembali. ”

Cara lain ditempuh Pemerintah Kabupaten Cianjur. Mereka mengharuskan semua puskesmas membentuk Satgas Covid-19. Pasalnya, di daerah ini banyak tenaga kesehatan, terutama yang bertugas di puskesmas terjangkit korona.

“Mayoritas tenaga kesehatan yang terpapar itu kalangan bidan pada lingkungan puskemas. Ada juga pembela dan dokter. Salah satu upaya untuk mencegah penyebaran covid-19, kami mewajibkan semua puskesmas membentuk satgas internal, ” kata Juru Kata Satgas, Yusman Faisal.

Di tengah pandemi, Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Daksina tetap menggelar penilaian kantor berwawasan lingkungan.

“Tahun ini, penilaian tidak cuma berhenti pada kebersihan dan keindahan, tapi juga perilaku ASN menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja, ” kata Kepala Dinas Dunia Hidup Hanifah Dwi Nirwana. (DG/AD/BB/BK/DY/N-2)