Bertambah 204, Jumlah Positif Covid-19 DKI Capai 11. 482 Kasus

Bertambah 204, Jumlah Positif Covid-19 DKI Capai 11

Bertambah 204, Jumlah Positif Covid-19 DKI Capai 11. 482 Kasus

KEPALA Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Weningtyas Purnomorini memaparkan, terdapat penggandaan jumlah kasus positif sebanyak 204 kasus. Dengan demikian, jumlah tertimbun kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 11. 482 kasus.  

Dari jumlah tersebut, 6. 680 orang dinyatakan telah sembuh, namun 644 orang meninggal dunia.

“Sampai secara hari ini kami laporkan, 889 pasien masih menjalani perawatan dalam rumah sakit dan 3. 269 orang melakukan self isolation di rumah. Sedangkan, untuk Orang Di Pemantauan (ODP) berjumlah 27. 037 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 17. 843 karakter, ” paparnya, Rabu (1/7).

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan sistem RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Planet covid-19, berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSKD Duren Sawit sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring secara 45 laboratorium pemeriksa covid-19.

Secara tertimbun, pemeriksaan PCR sampai dengan 30 Juni 2020 sebanyak 313. 450 sampel. Pada 30 Juni 2020, dilakukan tes PCR pada 4. 616 orang, 3. 277 antara lain dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 204 positif dan 3. 073 minus.

Baca juga:   Anies Izinkan Demonstrasi Selama PSBB Trasnsisi

Mutlak sebanyak 238. 796 orang sudah menjalani rapid test, dengan persentase positif covid-19 sebesar 3, 5 persen, dengan rincian 8. 326 orang dinyatakan reaktif covid-19 & 230. 470 orang dinyatakan non-reaktif.  

Untuk kasus positif ditindaklanjuti secara pemeriksaan swab secara PCR & apabila hasilnya positif dilakukan punca ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara sendiri di rumah.

Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, semacam mall, objek wisata, pasar, check point SIKM, bersama dengan tim terpadu SKPD.  

Selain melakukan imbauan, tim juga akan melakukan penindakan berupa denda. Penindakan dengan penutupan turut dilakukan pada lokasi dengan seharusnya belum boleh membuka acara, di antaranya termasuk kategori sendi minum/bar serta griya pijat.

“Selama periode PSBB transisi ini, kami imbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, selalu mencuci tangan secara sabun dan air mengalir ataupun menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak antarorang minimal 1, 5 kacau 2 meter, dan batasi aktivitasi ke luar rumah jika tidak terlalu penting, ” imbaunya. (A-2)