Anies Diminta Belajar dari Jokowi & Ahok Tangani Banjir

Anies Diminta Belajar dari Jokowi & Ahok Tangani Banjir

DPRD DKI meminta Gubernur Anies Baswedan belajar dari Presiden Jokowi dan Basuki Tjaja Purnomo (Ahok) dalam menangani banjir. Salah satunya dengan memberikan solusi pada warga yang menempati bantaran kali karena adanya bangunan warga di bantaran kali menghambat Pemprov DKI dalam penanganan masalah banjir di Ibu Kota.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga. Sebagai ganti dari hunian warga yang berada di bantaran kali atau sungai yang akan digusur.

Baca juga:   Pelaku Peragakan Penganiayaan terhadap Polisi saat Demo Ricuh

“Kalau Pak Gubernur menjamin rakyat yang ada di bantaran kali ini mendapatkan hunian yang layak. Seperti yang dilakukan Pak Jokowi dan Pak Ahok yang memindahkan warga Akuarium ke rumah susun itukan lebih elok, ” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmudah saat dikonfirmasi, Jumat (23/10).

Menurut Ida, sudah saatnya Anies benar-benar fokus dalam menangani banjir yang merugikan warga ini. Sehingga solusi untuk hambatan penanganan banjir berupa adanya hunian di bantaran kali harus dilakukan. Caranya dengan memindahkan para warga dengan catatan diberikan tempat tinggal pengganti yang layak.

“Solusinya ada, bagaimana mereka mau pindah ya Pak Anies harus menyiapkan tempat tinggal buat mereka. Dengan cara disiapkannya rumah susun yang memang tak terlalu mahal atau tidak memberatkan masyarakat DKI Jakarta dengan cara memberikan distribusi setiap bulannya, ”sarannya.

Sehingga ia meminta Anies untuk tak membongkar hunian para warga begitu saja. Melainkan harus dijamin ada hunian pengganti yang layak. Menurutnya warga bantaran kali sangat memerlukan perhatian dari Pemprov DKI.

“Jadi harapan saya untuk membongkar hunian-hunian liar maupun rumah warga yang di bantaran kali/sungai harus dicarikan solusi, tidak dibongkar begitu saja. Kan kasian mereka harus ada sentuhan dan perhatian Pemprov DKI dalam hal ini pak Anies, ” pungkasnya.

Adapun untuk keterbatasan anggaran, pihaknya menyarankan agar dana dari pusat dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa difokuskan untuk penanganan banjir ini. Karena sempat tersendat oleh adanya refocusing anggaran penanggulangan covid-19. (OL-6)