Alterasi Polbangtan Banjarbaru, Energi Baru SDM Pertanian

Alterasi Polbangtan Banjarbaru, Energi Baru SDM Pertanian

Alterasi Polbangtan Banjarbaru, Energi Baru SDM Pertanian

Program Food Estate mendapat jaminan energi segar di lini Sumber Daya Pribadi (SDM). Sebab, SMK PP Banjarbaru kini bertransformasi menjadi Polbangtan Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel). Spesialisasinya pengembangan pertanian berbasis lahan rawa, membenarkan SDM pertanian kompeten, Polbangtan Banjarbaru siap membuka pendaftaran mahasiswa baru pada tahun ajaran 2021.

“Program Food Estate terus mendapatkan penguatan SDM yang kompeten. Untuk jangka panjang, akan ada banyak SDM berkulitas yang mendukung keberlanjutan dan perluasan program ini. Transformasi SMK menjadi Polbangtan Banjarbaru punya fungsi strategis. Menjadi pusat studi dan penyedia tenaga pertanian handal, ” membuka Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kepastian transformasi SMK PP menjelma Polbangtan Banjarbaru disampaikan dalam audiensi yang digelar Sabtu (3/10). Audiensi dilakukan antara Kepala Badan Pengarahan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi dengan akademika SMK PP Banjarbaru.

Baca Juga: BPPSDMP Kementan Jadi Kawal Pendampingan di Kawasan Food Estate

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan kampus basis inovasi teknologi pertanian. “Kampus itu basis penting untuk pengembangan inovasi dan teknologi pertanian. Apalagi, Polbangtan Banjarbaru nantinya menumpukkan diri pada pertanian berbasis rawa. Lahan di sini memang didominasi rawa atau gambut. Potensi dengan ada ini tentu harus bertambah dioptimalkan lagi. Agar memberi khasiat bagi kesejahteraan secara ekonomi, ” papar Dedi.

Dijelaskannya secara umum, Indonesia memiliki luas lahan rawa  terpendam sekitar 34, 1 juta hektare (ha). Lahan ini menyebar di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi. Khusus untuk Kalsel, wilayah ini memiliki lahan rawa sekitar 103, 56 ribu ha. Dari mutlak luas yang ada, sekitar 20 ribu ha lahan rawa berpotensi untuk pertanian. Lalu, 10 juta ha lahan rawa bisa langsung ditanami pertanian dengan potensi hortikultura, perkebunan, dan peternakan itik.

“Program Food Estate terus mengalami penguatan jangka panjang salah satunya melalui Polbangtan Banjarbaru. Kalsel ini memiliki daya kualitas pengembangan lahan rawa tertinggi di Indonesia. Jadi sudah seharusnya kalau itu dioptimalkan dan lengah satu dukungannya dari ketersediaan SDM-nya, ” terang Dedi.

Baca Juga: BPPSDMP Kementan Perkuat Peran Kostratani

Menguatkan pertanian berbasis lahan rawa, beragam penyempurnaan diberikan oleh Polbangtan Banjarbaru. Kampus gres ini akan dilengkapi dengan laboratorium dan pusat praktek yang sempurna. Untuk dosennya juga dipilih berkualitas.

“Kelengkapan sarana prasarana sudah dijamin Kementan, termasuk anggarannya. Semuanya tentu bakal diupgrade, termasuk tenaga pengajarnya. Untuk guru SMK PP Banjarbaru bakal dilibatkan sebagai dosen, tentunya secara penyesuaian akademisinya. Sebab, Polbangtan Banjarbaru harus menghasilkan alumni mandiri. Langsung mendukung kelangsungan program Food Estate di masa mendatang, ” sahih Dedi lagi.

Dikembangkan menjadi kampus, Besar SMK-PP Banjarbaru, Budi Santoso juga menjelaskan Polbangtan Banjarbaru akan mengasaskan proses penerimaan mahasiswa baru di tahun ajaran 2021. Ada 3 Program Studi yang ditawarkan. Ucap saja, Kultur Hortikultura, Budi Gaya Perkebunan, juga Teknologi Pengolahan Buatan. Semua Program Studi (Prodi) yang dikembangkan Polbangtan Banjarbaru tetap berbasis lahan gambut/rawa.

“Silahkan bergabung di Polbangtan Banjarbaru tahun depan. Kampus tersebut memiliki masa depan cerah, apalagi lahan pertanian di Kalsel betul menjanjikan. Program studi yang ditawarkan semuanya tetap adaptif terhadap tanah gambut/rawa, ” tegas Budi. (RO/OL-10)