Akhirnya, Sulsel Keluar dari Zona Merah Covid-19

Akhirnya, Sulsel Keluar dari Zona Merah Covid-19

Akhirnya, Sulsel Keluar dari Zona Merah Covid-19

PROVINSI Sulawesi Selatan (Sulses), berhasil keluar daripada zona merah kerawanan penularan virus korona alias Covid-19, setelah sebelumnya menjadi salah satu provinsi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Sebab 10 provinsi di Indonesia dengan menjadi perhatian pusat, disebutkan ada dua provinsi yang dilaporkan nihil zona merah pekan ini, yaitu Sulsel dan Jawa Timur. Taat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, indikatornya adalah angka kesembuhan dalam dua provinsi itu mengalami penambahan yang cukup signifikan.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan kondisi ini benar membanggakan bagi Sulsel. Berkat cara seluruh stakeholder utamanya tenaga kesehatan tubuh sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

“Satu hal yang membanggakan bagi kita bahwa Sulsel salah satu provinsi yang memiliki kasus tertinggi pada luar Pulau Jawa. Tetapi keadaan ini oleh satgas pusat, telah mengumumkan bahwa Sulsel sudah muncul dari zona merah, “ujar Nurdin

Tapi, dia tetap menegaskan, capaian ini jangan membuat masyarakat menjadi cuai. “Kondisi ini bukan berarti laju penularan Covid-19 tidak ada lagi. Pedoman protokol kesehatan secara sendat tetap harus dilaksanakan, ” bahana Nurdin

“Ini bukan berarti kita sudah bebas. Tetapi kita harus lebih memperketat lagi protokol kesehatan. Sebab terus terang saya ingin sampaikan kepada kita semua bahwa vaksin, kita belum tahu kapan vaksin ini kita lakukan, ” sambungnya.

Datang vaksin diumumkan secara resmi sebab pemerintah, dia meminta warga langgeng menjaga kesehatan masing-masing. Selain melaksanakan protokol kesehatan, menjaga imunitas menjelma langkah riil saat ini buat melawan virus.

“Tetapi salah satu vaksin menyesatkan baik adalah kita menjaga imunitas kita. Menjaga imun kita dengan gizi yang baik, istirahat dengan cukup, minum vitamin dan tanpa stres. Cemas yang berlebihan tentu ini menjadi pintu masuk, bukan cuma korona saja, tapi seluruh virus, ” pinta Nurdin.

Pemprov Sulsel selama ini telah mengambil kecendekiaan strategis dalam penanggulangan Covid-19, yang selaras dengan upaya penanganan pemulihan ekonomi di Sulsel.

Maka, kata Nurdin, kebijakan pemulihan ekonomi harus seiring sejalan dengan upaya penanganan kesehatan pengendalian Covid-19. Selama masyarakat Sulsel tetap patuh pada pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan virus korona.

“Satu peristiwa yang juga membanggakan bagi kita, bahwa dari seluruh provinsi, penggunaan listrik terus turun kecuali Sulsel. Sulsel itu tumbuh 4% penggunaan listrik kita selama pandemi. Berarti, pemerintah telah membuat sebuah kebijaksanaan tidak hanya fokus menangani virus, tetapi ekonomi tetap jadi mengindahkan kita, ” urai dia.

Nurdin berniat, kebijakan pemulihan ekonomi yang tengah berjalan bisa membuat pertumbuhan ekonomi membaik. Bahkan tumbuh positif, sesudah sempat terkontraksi atau minus pada kuartal kedua. Selain memacu daerah pertanian sebagai penopang pertumbuhan ekonomi, mendorong pembangunan sektor infrastruktur pula menjadi skema pemulihan ekonomi.

“Saya ingin sampaikan bahwa saya optimis bahwa perekonomian Sulawesi Selatan akan muncul secara positif, karena banyak indikator-indikator ekonomi yang mulai kita gerakkan, ” tutup Nurdin. (OL-13)

Baca Pula: Unjuk Rasa UU Ciptaker pada DPR, Lalin Transjakarta Dialihkan