15 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pelecehan di Soekarno-Hatta

15 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pelecehan di Soekarno-Hatta

15 Saksi Diperiksa dalam Kasus Pelecehan di Soekarno-Hatta

PENJAGA terus mengusut kasus pelecehan seksi yang diduga dilakukan oleh dokter berinisial EFY di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten kepada seorang perempuan berinisial LHI. Belasan saksi telah dimintai keterangan.

“Sudah 15 saksi yang kami periksa. Tercatat korban sudah kami lakukan penelitian kemudian rekan dekatnya korban, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/9).

Yusri mengatakan penyidik juga telah meninjau sejumlah saksi ahli.

Baca selalu: Perlu Ada Penataan Pasar agar tak Abai Protokol Kesehatan

Kemudian, saksi dari pihak Was-was Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2) Gianyar Bali.

“Karena memang kami menyambut bola, kami sempat memeriksa P2TP2 di Gianyar, Bali untuk mengetahui keadaan psikologis korban, ” perkataan mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

Tidak hanya itu, Yusri menyebut penyidik juga telah menyelia pihak PT Kimia Farma berjalan mencari informasi terkait identitas simpulan EFY.

PT Kimia Farma merupakan pemangku dari pelayanan rapid test covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kemarin, kami melangsungkan pemeriksaan terhadap PT Kimia Farma untuk mengetahui apakah yang terlibat, EF, yang sudah menjadi tersangka itu dokter atau tenaga pakar, ” ungkap Yusri.

Kasus penipuan serta pelecehan ini viral saat target berinisial LHI berkicau di Twitter.

Dia bercerita awalnya saat mengikuti ulangan cepat di Soekarno-Hatta, EFY mengatakan hasil tesnya reaktif covid-19.

Pelaku kemudian menawarkan mengubah hasil tes cepat LHI dengan bayaran Rp1, 4 juta. Namun, setelah mentransfer uang itu, LHI dilecehkan.

Cicitan yang diunggah LHI menjadi buah bibir di media sosial. Polisi kemudian hidup mengklarifikasi kabar viral tersebut.

Polres Bandara Soekarno-Hatta memberangkatkan tiga personel ke Bali untuk bertemu LHI. Target dimintai keterangan dan dibuatkan laporan polisi. (OL-1)